Breaking News:

Tips Kesehatan

Dapat Merenggut Jiwa, Ketahui Gejala Sindrom Gangguan Pernapasan Akut 

Sindrom gangguan pernapasan akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS) terjadi ketika cairan

Editor: Karsiani Putri
Istimewa/ Kompas
ILUSTRASI- Sindrom gangguan pernapasan akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS) terjadi ketika cairan menumpuk di kantung udara kecil yang elastis (alveoli) di paru-paru Anda. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sindrom gangguan pernapasan akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS) terjadi ketika cairan menumpuk di kantung udara kecil yang elastis (alveoli) di paru-paru Anda.

Cairan tersebut membuat paru-paru Anda tidak terisi dengan udara yang cukup, yang berarti lebih sedikit oksigen yang mencapai aliran darah Anda.

Kondisi ini membuat organ Anda kekurangan oksigen yang mereka butuhkan untuk berfungsi.

Melansir dari Mayo Clinic, sindrom gangguan pernapasan akut biasanya terjadi pada orang yang sudah sakit kritis atau yang memiliki cedera yang signifikan. 

Sesak napas yang parah – gejala utama ARDS – biasanya berkembang dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah cedera atau infeksi yang memicu.

Banyak orang yang mengembangkan ARDS tidak bertahan hidup.

Risiko kematian meningkat seiring bertambahnya usia dan tingkat keparahan penyakit.

Dari orang-orang yang selamat dari ARDS, beberapa sembuh total sementara yang lain mengalami kerusakan permanen pada paru-paru mereka.

Gejala

Tanda dan gejala ARDS dapat bervariasi dalam intensitas, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, serta adanya penyakit jantung atau paru-paru yang mendasarinya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved