Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sejarah

Inilah Sosok Rohana Kudus, Wartawati Pertama di Indonesia

Mungkin tak banyak yang tahu, Rohana Kudus adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga bibi dari penyair

Editor: Harun Ar Rasyid
tribunnewswiki
Rohana Kudus 

TRIBUN-BALI.COM -   Rohana Kudus. 

Hari ini nama tersebut muncul di Google Doodle Indonesia.

Nama Rohana Kudus bisa jadi merupakan tokoh yang tidak terlalu populer.

Namanya bahkan tak setenar Kartini, namun kontribusinya bagi perempuan Indonesia tak kalah besar.

Perempuan asal Sumatera Barat ini merupakan wartawan perempuan pertama di Indonesia.

Lahir di Kotagadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 20 Desember 1884, Rohana Kudus mempunyai nama asli Siti Ruana.

Roohana merupakan putri  Mohamad Rasjad Maharadja Soetan(Ayahnya) dan Kiam (Ibu)

Darah Jurnalis Rohana datang dari ayahnya yang merupakan seorang wartawan

Mungkin tak banyak yang tahu, Rohana Kudus adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga bibi dari penyair Chairil Anwar.

Dia juga merupakan sepupu dari KH Agus Salim.

Tampilan situs pencari Google hari ini Senin, 8 November 2021 yang dihiasi dengan doodle Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia
Tampilan situs pencari Google hari ini Senin, 8 November 2021 yang dihiasi dengan doodle Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia (Istimewa/ Kompas)

Kendati tak mengecap pendidikan formal, perempuan berdarah Minangkabau tersebut tetap bisa belajar membaca dan menulis dari sang ayah yang selalu membawakannya buku usai bekerja.

Di usia yang masih belia, dia menguasai bahasa Belanda, Arab, Latin, dan Arab Melayu.

Terlebih saat ayahnya dipindahtugaskan ke Alahan Panjang, Rohana bertetangga dengan isteri pejabat Belanda yang suka rela mengajarinya menjahit, merajut, dan menyulam.

Dia juga bebas membaca majalah terbitan Belanda yang memuat berita politik, gaya hidup, serta pendidikan di Eropa.

Ketika Rohana sudah berusia 17 tahun, ia harus tingggal dengan sanak familinya di Koto Gadang karena ayahnya mulai dinas di Kota Medan Sumatra Utara.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved