Sejarah
Inilah Sosok Rohana Kudus, Wartawati Pertama di Indonesia
Mungkin tak banyak yang tahu, Rohana Kudus adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga bibi dari penyair
Sebagai anak perempuan pertama dari enam bersaudara, Rohana menjadi sosok yang mandiri.
Rohana remaja masih membiasakan diri untuk menarik perhatian dengan menawarkan cerita-cerita kepada anak-anak perempuan yang bahkan lebih tua dari dirinya.
Di masa pertumbuhan sejak kecil sampai remaja, Rohana sudah mulai kritis terhadap kondisi perempuan di Koto Gadang.
Di usia 24 tahun, Rohana kembali ke kampung halaman dan menikah dengan seorang notaris bernama Abdul Kudus.
Baca juga: Rumah Ibunda Soekarno dan Masjid Jami Singaraja Dinyatakan Layak Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya
Karier Jurnalistik
Saat Belanda meningkatkan tekanan dan serangannya terhadap kaum pribumi.
Rohana bahkan turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda.
Kemudian, kiprah Rohana di dunia jurnalistik dimulai dari surat kabar Poetri Hindia pada 1908 di Batavia.
Koran ini dianggap sebagai koran perempuan pertama di Indonesia.
Rohana dinilai sebagai perempuan Indonesia pertama yang secara sadar memerankan dirinya sebagai seorang jurnalis.
Dia bersedia meliput berita sekaligus menulis untuk kemudian dikirimkan ke media massa.
Sebelum mendirikan surat kabar Soenting Melajoe ia berkiprah di surat kabar Oetoesan Melajoe yang sudah terbit sejak 1911.
Pengalamannya mendapat apresiasi dari Datoek Soetan Maharadja alias DSM, pemilik Oetoesan Melajoe yang kemudian mendukung Rohana menerbitkan Soenting Melajoe pada 10 Juli 1912.
Baca juga: Kemenkes RI dan BPKP Evaluasi Harga RT-PCR Secara Berkala
Sekolah Kerajinan Amai Setia
Rohana mendirikan sekolah keterampilan khusus perempuan pada tanggal 11 Februari 1911 yang diberi nama Sekolah Kerajinan Amai Setia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gnl.jpg)