Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Proyek Jalan Lingkar Selatan Dikabarkan Ditunda, Giri Prasta: Lanjut Kok

Kepastian Proyek Jalan Lingkar Selatan (PJLS) di Kabupaten Badung belum jelas, pasalnya pejabat di Kabupaten Badung memberikan pendapat yang berbeda.

Tayang:
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Badung Giri Prasta 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kepastian Proyek Jalan Lingkar Selatan (PJLS) di Kabupaten Badung belum jelas, pasalnya pejabat di Kabupaten Badung memberikan pendapat yang berbeda.

Pertama Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa mengaku proyek itu akan ditunda pada tahun 2022 mendatang karena keuangan Badung bermasalah dan Badung memfokuskan anggaran untuk penanganan covid-19. 

Namun Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta malah mengaku proyek tersebut terus berjalan.

Bahkan pihaknya mengaku pembebasan lahan terus dilakukan. 

Baca juga: Sedikit Titik Terang Kasus Pengeroyokan di Kuta Badung, Polisi: Pelaku Tak Bawa Celurit

Giri Prasta yang dikonfirmasi Senin 8 November 2021 mengaku jika proyek Jalan Lingkar Selatan terus berlanjut.

Bahkan tidak ada kata ditunda.

"Lanjut kok siapa bilang ditunda?" tegasnya Bupati Asal Desa Pelaga, Petang Badung itu.

Pihaknya mengaku pembebasan lahan katanya terus dilakukan mulai dari tahun 2019, tahun 2020 dan tahun 2021.

"Sekarang kayaknya ada juga pembebasan lahan. Kita terus berproses kok," ucapnya.

Mantan Ketua DPRD Badung itu mengaku proyek jalan lingkar selatan itu akan tetap berlanjut.

Bahkan jika pendapatan Kabupaten Badung memungkinkan pembebasan lahan akan berlanjut tahun 2022.

"Saya sudah presentasi tiga kali di pusat, masak batal. Ini sudah berlanjut terus," tegasnya kembali

Baca juga: Pemkab Badung Belum Berani Pastikan UMK Tahun 2022, Dirga: Kita Lihat Data Statistik Dulu

Sebelumnya Bupati Giri Prasta menyampaikan Proyek Jalan Lingkar Selatan Kabupaten Badung telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021 yang diproyeksikan untuk memudahkan koneksi antar destinasi pariwisata.

Bahkan katanya, Menteri Keuangan telah menyetujui permohonan Project Development Facility (PDF) atau penyiapan dan pendampingan transaksi proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Jalan Lingkar Selatan Kabupaten Badung.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, hanya ada dua pemerintah daerah yang disetujui permohonan PDF-nya, salah satunya Kabupaten Badung.

"Sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) kami berkomitmen kuat melaksanakan arahan serta catatan-catatan yang diberikan Menteri Keuangan dan mensukseskan proyek KPBU Jalan Lingkar Selatan Badung ini di mata investor nasional maupun internasional," tegasnya.

Baca juga: Petani di Badung Ini Prediksi Harga Bunga Pacar Air Akan Melambung Tinggi Menjelang Galungan

Giri Prasta berharap Jalan Lingkar Selatan di Kabupaten Badung segera terwujud sehingga nantinya akan muncul Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru dalam upaya meningkatkan pemasukan PAD Kabupaten Badung. 

"Jalan ini dimulai dari Kelurahan Benoa, Kutuh, Pecatu dan Jimbaran. Ada jalan di dalam terowongan dengan instalasi terpadu bawah yang dilengkapi dengan oksigen. Secara safety, ini sangat terjamin. Ada pula jalan di pinggir tebing yang dilengkapi dengan rest area serta tempat berjualan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa mengakui anggaran pembebasan lahan proyek Jalan Lingkar Selatan Badung belum bisa direalisasikan pada APBD tahun 2022.

Ia beralasan, anggaran akan masih difokuskan untuk penanganan covid-19, terutama dalam pemulihan ekonomi di Gumi keris.

Baca juga: 2 Pria Diamankan Polisi Karena Kasus Pencurian Mikol di Badung, Korban Merugi Setengah Miliar Rupiah

"Memang proyek ini bertujuan mengurai kemacetan lalu lintas wilayah Badung Selatan. Namun tahun anggaran 2022, anggaran difokuskan pada penanggulangan pandemi Covid-19," katanya.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, IB Surya Suamba mengakui untuk rancangan proyek jalan lingkar ini masih berproses.

Birokrat asal Tabanan itu mengaku  saat ini masih dalam proses pembebasan lahan.

Namun karena ada masalah anggaran, pembebasan lahan pun belum bisa dilaksanakan sesuai harapan.

"Kondisinya seperti ini, kan belum bisa dilaksanakan. Estimasi biaya pembebasan lahan mencapai Rp700 miliar," katanya.

Surya Suamba mengaku, Jalan Lingkar Selatan terdiri dari 4 segmen yang 2 segmen di antaranya didanai oleh APBD Kabupaten Badung.

Sedangkan 2 segmen lainnya di bangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU). 

"Khusus pembebasan lahan biayanya merupakan tanggung jawab dari penanggung jawab proyek kerjasama  (PJPK) yakni Pemkab Badung  yang bersumber dari APBD," tegasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved