Breaking News:

Berita Denpasar

7 Persen Pedagang di Denpasar Kembalikan Lapak, Tak Sanggup Bayar Tunggakan Sewa Tempat

Dari 16 pasar yang dikelola Perumda, sebanyak tujuh persen pedagangnya mengembalikan tempat berjualan.

Tribun Bali/Harun Ar Rasyid
Ilustrasi pasar - 7 Persen Pedagang di Denpasar Kembalikan Lapak, Tak Sanggup Bayar Tunggakan Sewa Tempat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pedagang mengembalikan tempat jualan mereka ke Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar.

Ini lantaran pedagang tak mampu membayar tunggakan sewa tempat berjualan.

Dari 16 pasar yang dikelola Perumda, sebanyak tujuh persen pedagangnya mengembalikan tempat berjualan.

Selain karena tunggakan sewa, pengembalian juga dilakukan karena tempat jualan mereka sepi akibat dampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Pedagang Sengol Mesadu ke DPRD Karangasem, Ngaku Sepi setelah Direlokasi ke Pasar Amlapura Barat

“Banyak yang mengemba tempat jualan. Dari 16 pasar di Kota Denpasar sekitar 7 persen pedagang yang mengembalikan tempat jualan. Selain sepi karena Covid-19, juga mereka tidak mampu bayar tunggakan sewa tempat,” kata Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, Senin 8 November 2021.

Kompyang mengatakan, dari 8.417 tempat jualan di 16 pasar, sebanyak 7.809 tempat masih aktif.

Sisanya sebanyak 608 tempat kosong karena dikembalikan oleh pedagang.

Pihaknya menambahkan, yang paling banyak dikosongkan atau dikembalikan berada di lantai atas yang dianggap sepi oleh pedagang.

Selama ini pihaknya mengaku sudah melakukan beberapa upaya agar pedagang masih tetap bisa berjualan.

Salah satunya memberikan keringanan sewa tempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved