Berita Tabanan
Bupati Teken MoU, Kopi Leak dan Beras Organik Tabanan Bakal Tembus Pasar Nasional dan Internasional
Bupati Telah Teken MoU, Kopi Leak dan Beras Organik Tabanan Bakal Tembus Pasar Nasional dan Internasional
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kopi Leak Tabanan dan Beras Organik Tabanan bakal menembus pasar nasional dan internasional.
Sebab, sebelumnya, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya sudah melakukan penandatangan MoU atas kerja sama Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Kementrian PPN/Bappenas dan NSLIC di Ballrom 2 The Stones Legian Hotel Autograp Collection by Mariott, Bali menyangkut dengan dua produk yang dipersiapkan untuk dihubungkan dengan para investor pasar nasional dan internasional.
Diharapkan dengan kerja sama ini, bisa menyerap produk lokal Tabanan.
Kopi Leak Tabanan yang merupakan hasil pertanian dari Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan ini dinilai memiliki kualitas yang sangat bagus.
Baca juga: Dosen Unud Dewa Nyoman Wiratmaja Jadi Saksi Kasus Dugaan Suap DID Tabanan, Rektor:Masif Aktif Ngajar
Kemudian Beras Organik Tabanan dari Desa Kukuh, Kecamatan Marga juga dinilai sudah memenuhi standar untuk pemasaran di tingkat nasional dan internasional.
Namun saat ini pihak penyalur yakni Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan sedang menunggu perjanjian kerja sama dengan pihak NSLIC (National Supprot For Local Investment Climate) selaku buyer dalam penyerapan produk.
"Pada akhir Oktober lalu, pimpinan daerah Tabanan sudah melakukan MoU dengan beberapa pihak di kementerian."
'Kemudian dari Tabanan ada dua produk pertanian yang bakal dipasarkan di tingkat nasional bahkan internasional," ungkap Direktur Utama Perusahaan daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan, Kompyang Gede Pasek Wedha saat dikonfirmasi, Selasa 9 November 2021.
Baca juga: Dampingi Putri Koster Bagi Sembako, Rai Wahyuni Minta Kader PKK Tabanan Dukung Program Pemprov Bali
Dia melanjutkan, untuk Kopi Leak Munduktemu tersebut akan berhubungan langsung dengan buyer atau pembeli.
Sedangkan untuk beras organik juga sudah ada investor.
Untuk beras organik ini, investor sudah melakukan dua kali pertemuan ke lapangan melihat sawah penghasil beras organik dan melihat gudang beras ke Desa Kukuh, Kecamatan Marga tersebut.
"Saat ini kita masih menunggu perjanjian kerjasamanya, untuk mengetahui berapa produk yang akan diserap, termasuk harga yang disepakati dan lainnya," katanya.
Di Kecamatan Marga, kata dia, jumlah beras yang dihasilkan di luasan sawah 10 hektare tersebut mencapai 4 ton.
Diharapkan, nantinya para investor ini siap menyerap seluruhnya.
Baca juga: Diperiksa KPK 12 Jam di Kasus DID Tabanan, Dosen Udayana: Jangan Dihalangi
Disinggung mengenai produk hasil pertanian Tabanan lainnya yang segera menembus pasar nasional dan internasional?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-tabanan-i-komang-gede-sanjaya-menyampaikan-pidato-saat-rapat-paripurna.jpg)