Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Polisi Bantah Pengakuan Danu, Kombes Erdi A Chaniago: TKP Itu Dibuka dan Ditutup oleh Petugas

Saat membersihkan bak kamar mandi, Danu mengaku menemukan gunting dan cutter termasuk lantai kamar mandi berceceran darah. 

Editor: Bambang Wiyono
Tribun Jabar
Muhamad Ramdanu alias Danu (21) saat memberikan keterangan kepada Tribunjabar.id, Kamis (4/11/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SUBANG -  Seorang oknum polisi sempat diduga terlibat dalam pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Dugaan itu muncul setelah saksi kunci, Muhammad Ramdanu alias Danu, mengaku sempat diminta oleh oknum polisi tersebut untuk masuk ke rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) guna membersihkan bak mandi. 

Saat membersihkan bak kamar mandi, Danu mengaku menemukan gunting dan cutter termasuk lantai kamar mandi berceceran darah. 

Seperti diketahui, kasus pembunuhan terhadap Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu. 

Hingga kini, polisi masih berusaha mengungkap pelaku dan motif pembunuhan yang mayatnya ditumpuk di bagasi mobilAlphard tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, tidak ada keterlibatan oknum polisi dalam kasus tersebut. 

Pihaknya menegaskan, lokasi kejadian merupakan ranah penyidik.

Kebijakan membuka atau menutup area pun, kata dia, merupakan kewenangan dari penyidik. 

"Nggak ada. TKP itu dibuka dan ditutup oleh petugas. Jadi, tidak ada Banpol (bantuan polisi) untuk membuka-buka itu, tidak ada," ujar Erdi, saat dihubungi, Selasa (9/11/2021) mengnanggapi pengakuan Danu. 

Sebelumnya, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved