Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Nyoman Parsa Akui Terkejut Lihat Angin Puting Beliung di Tengah Laut Desa Pacung

Warga di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng dihebohkan dengan fenomena angin puting beliung di perairan laut desa setempat.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Fenomena angin puting beliung yang terjadi di tengah perairan laut Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Kamis, 11 November 2021 lalu 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng dihebohkan dengan fenomena angin puting beliung di perairan laut desa setempat.

Beruntung fenomena ini tidak memakan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan. 

Ditemui Jumat, 12 November 2021 Nyoman Parsa (50) mengatakan, fenomena itu terjadi pada Kamis, 11 November 2021 kemarin, sekira pukul 15.00 wita.

Kala itu ia baru saja selesai melakukan persembahyangan di areal Pura Ponjok Batu, Desa Pacung.

Tiba-tiba ia pun dikejutkan dengan adanya angin puting beliung di tengah laut dengan jarak sekitar 8 mil dari bibir pantai. 

Baca juga: BOR Pasien Covid di Buleleng Hanya 0.35 Persen

Baca juga: Warga Banjar Buleleng Ditemukan Tewas di Depan Warungnya

Angin puting beliung itu kata Parsa mengangkat air laut, hingga setinggi dua meter.

Fenomena itu  berlangsung selama 15 menit.

Parsa pun menyebut baru pertama kali melihat adanya fenomena angin puting beliung di tengah laut.

Saat kejadian, ia pun mengaku tidak takut lantaran fenomena ini terjadi cukup jauh dari daratan. 

"Saat itu saya baru saja selesai mebakti (sembahyang,red) kemudian melihat ada angin puting beliung di tengah laut. Dilihat dari kejauhan, angin itu sampai mengangkat air laut hingga setinggi dua meter. Saat kejadian cuaca memang mendung, hujan gerimis, tapi tidak ada angin kencang," terangnya. 

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, fenomena angin puting beliung ini terjadi akibat dampak dari badai La Lina

Apabila angin puting beliung ini terjadi di daratan, maka potensi bencana yang terjadi berupa kerusakan rumah hingga pohon tumbang. 

Baca juga: Dampak Pandemi, Tunggakan Tagihan Air di Buleleng Capai Rp8 Miliar

Baca juga: Warga Banjar Buleleng Ditemukan Tewas di Depan Warungnya

Untuk itu, Ariadi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada.

Ia juga telah meminta kepada masing-masing perbekel untuk melaksanakan gotong royong bersama warga, membersihkan wilayahnya masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana khususnya banjir. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved