Breaking News:

Berita Buleleng

Dampak Pandemi, Tunggakan Tagihan Air di Buleleng Capai Rp8 Miliar

Tercatat, sejak pandemi Covid-19 atau pada tahun 2020 hingga 2021, jumlah tunggakan pembayaran air meningkat hingga sebesar Rp8 Miliar. 

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG – Dua tahun sudah pandemi Covid-19 menyerang. Hal ini lantas berdampak pada perekonomian masyarakat, khususnya di Buleleng.

Tercatat, sejak pandemi Covid-19 atau pada tahun 2020 hingga 2021, jumlah tunggakan pembayaran air meningkat hingga sebesar Rp8 Miliar. 

Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana dikonfirmasi Selasa 9 November 2021 mengatakan, tahun ini tunggakan tagihan air meningkat hingga sekitar 25 persen.

Baca juga: Cegah Klaster Hari Raya, Satgas Desa Adat Buleleng Terjunkan 14 Personel Awasi Pusat Keramaian

Di mana pada 2020 lalu total tunggakannya sebesar Rp6 Miliar. Sementara pada tahun ini meningkat, hingga menjadi  Rp8 Miliar.  

Dengan adanya tunggakan ini, Lestariana mengaku pihaknya tidak dapat memberikan keringanan berupa penghapusan denda bagi pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan air.

Sebab tahun ini Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana belum mengeluarkan kebijakan terkait penghapusan denda. 

Pihaknya imbuh Lestariana, hanya memberikan toleransi berupa menunda penyegelan selama enam bulan, bagi pelanggan yang menunggak tagihan pembayaran air. 

"Jumlah pelanggan yang menunggak belum terdata. Namun yang pasti nilai tunggakannya sudah mencapai Rp8 Miliar. Bagi pelanggan yang menunggak, kami berikan kelonggaran yakni menunda penyegelan sampai enam bulan."

Baca juga: Gubernur Bali Koster Ukir Sejarah, Selesaikan Konflik Agraria di Sumberklampok Buleleng

"Sebelum pandemi, pelanggan yang nunggak biasanya langsung kami segel dalam kurun waktu dua bulan. Kami paham kondisi ekonomi masyarakat tertekan akibat pandemi," ucapnya. 

Tunggakan ini menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya pendapatan yang dimiliki oleh Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.

Di mana laba yang dimiliki tahun ini sebesar Rp10 Miliar lebih. Sementara pada tahun 2020, laba yang dimiliki mencapai Rp11 Miliar lebih. 

Baca juga: TNI AL Beri 150 Paket Sembako Bagi Masyarakat Terdampak Pandemi COVID-19 di Gilimanuk dan Buleleng

"Ini juga terjadi karena sejak 2020 hingga 2021 ini kami tidak menaikkan tarif air minum. Sementara beban usaha naik setiap tahun.  Untuk itu tahun depan kami harus melakukan penyesuaian tarif untuk menjaga kondisi perusahaan, agar pendapatannya meningkat, dan bisa kami serahkan kepada Pemda sebagai PAD," tutupnya. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved