Breaking News:

Berita Buleleng

Data Capaian Vaksinasi di Buleleng Selisih Hingga 8.000 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto mengatakan, selisih data ini terjadi karena aplikasi yang digunakan untuk menginput data capaian vaksinasi

Pixabay/KitzD66
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Data capaian vaksinasi di Buleleng yang dimiliki Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan data dari Dinas Kesehatan Buleleng mengalami selisih.

Jumlah selisihnya mencapai 8.000 orang lebih.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto mengatakan, selisih data ini terjadi karena aplikasi yang digunakan untuk menginput data capaian vaksinasi sempat bermasalah.

Dimana pihaknya sempat tidak dapat meng-input jumlah masyarakat yang sudah tervaksin.

Baca juga: Lama Tak Beroperasi, 23 Koperasi di Buleleng Diusulkan Dicabut Badan Hukumnya

Sehingga berdasarkan data yang terbaca di KPCPEN, jumlah sasaran vaksinasi di Buleleng masih rendah, atau belum mencapai target sasaran 578.549 orang.

"Yang membuat selisih itu karena aplikasinya sempat bermasalah. Input data warga yang sudah divaksin banyak yang gagal.

Perbedaan data di KPCPEN dengan data rill di kami jauh sekali, sampai 8.000an lebih," ucapnya.

Dengan adanya selisih data ini, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali, agar data rill sasaran vaksinasi yang dimiliki oleh Dinkes Buleleng dapat diteruskan kepada KCPEN.

"Sasaran lansia sebenarnya kami sudah diatas rata-rata sampai 70an persen. Tapi di KPCPEN yang terbaca baru 58.6 persen.

 Ini akan kami kami sampaikan ke pusat, lewat Pemprov Bali," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved