Breaking News:

Berita Buleleng

Lama Tak Beroperasi, 23 Koperasi di Buleleng Diusulkan Dicabut Badan Hukumnya

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) dan UMK Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, dari 402 koperasi yang ada

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) dan UMK Buleleng, Dewa Made Sudiarta 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 23 koperasi yang tersebar di Buleleng diusulkan untuk dicabut badan hukumnya ke Kementerian Hukum dan HAM RI.

Hal ini dikarenakan puluhan koperasi itu sudah tidak beroperasi.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) dan UMK Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, dari 402 koperasi yang ada di Buleleng, sejatinya ada 66 yang statusnya dinilai tidak aktif. 

Namun 43 diantaranya masih akan  dilakukan pembinaan, karena koperasi tersebut belum menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). 

Baca juga: Gede Agus dan Budi Tewas, Tabrakan Motor Vario dan Truk di Gerokgak Buleleng

Belum terselenggaranya RAT ini salah satunya disebabkan karena keterbatasan SDM yang dimiliki oleh koperasi dalam menyusun laporan keuangannya.

"Kami akan berikan pembinaan dan evaluasi para pengurusnya, agar penyusunan laporan keuangan ini bisa dilakukan.

Sehingga 43 koperasi itu bisa tumbuh kembali menjadi koperasi yang aktif," katanya.

Sementara 23 koperasi lainnya ungkap Sudiarta akan diusulkan untuk dicabut badan hukumnya.

Sebab selain tidak beroperasi, keanggotaannya pun juga sudah dinyatakan bubar.

"Kami sudah usulkan 23 koperasi itu untuk dicabut badan hukumnya ke Kementerian Hukum dan HAM untuk dibubarkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved