Breaking News:

Berita Bangli

Tiga Kali Kebakaran, Sayap Utara Pasar Kidul Bangli Akan Dibongkar

Bangunan los lantai II di sisi Utara Pasar Kidul Bangli, rencananya akan dibongkar.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kondisi los lantai II sebelah utara Pasar Kidul Bangli, Bali, pasca kebakaran, Minggu 14 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bangunan los lantai II di sisi Utara Pasar Kidul Bangli, rencananya akan dibongkar.

Ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pemkab Bangli dengan sejumlah stakeholder, terkait tindak lanjut pasca kebakaran di Pasar Kidul pada hari Jumat 12 November 2021.

Rapat tersebut digelar hari Sabtu 13 November 2021 di rumah jabatan Bupati Bangli.

Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar saat dikonfirmasi membenarkan ihwal pembongkaran sayap utara Pasar Kidul.

Baca juga: Kebakaran Ketiga di Pasar Kidul Bangli, Api Melahap Sembilan Kios dan Satu Ruko

Alasan pembongkaran karena di titik tersebut sudah tiga kali terjadi kebakaran.

Selain juga berdasarkan pertimbangan dari sisi Niskala. Sebab diyakini menjadi penghalang jalan (Pemargi Ida Bhatara).

"Logikanya tiga kali kebakaran, tiga kali juga di titik itu. Pada kebakaran pertama kita sudah perbaiki dan lakukan penataan sesuai dengan standar pasar tradisional. Tapi masih terjadi seperti itu (kebakaran). Sehingga diputuskan untuk dibongkar," jelasnya Minggu 14 November 2021.

Sementara para pedagang yang sebelumnya berlokasi di sisi utara, lanjut Diar, akan dipindahkan ke sisi timur dan selatan.

Dua tempat ini diakui masih sangat cukup untuk menampung para pedagang.

Baca juga: Proyek Senilai Rp 21 Miliar Segera Selesai, Lapangan Kapten Mudita, Wajah Baru Kota Bangli

Disinggung mengenai kapan pembongkaran sisi utara pasar, Wabup Asal Desa Belantih, Kintamani itu mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja. Hasil lelang tersebut yang ditargetkan menjadi biaya pembongkaran.

"Setelah ada penilaian dari KPKNL, nantinya akan banyak orang yang mengikuti lelang. Target kita paling tidak hasil dari lelang itu yang menjadi biaya ini (pembongkaran). Karena untuk pembongkaran ini, kami tidak mempersiapkan anggaran. Ini kan sifatnya darurat," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved