Serba Serbi

Rahina Pemacekan Agung, Berikut Filosofinya dalam Hindu

Maka sore harinya wajib masegeh agung di muka halaman rumah serta nyambleh atau menyembelih ayam samalulung (ayam kecil).

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
ilustrasi - Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu 24 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Senin 15 November 2021 merupakan hari suci Pemacekan Agung.

Hari suci ini tepat pada Soma Kliwon wuku Kuningan, beberapa hari sebelum hari suci Kuningan.

Dalam Sundarigama disebutkan, bahwa pada saat Soma Kliwon Kuningan disebut Pemacekan Agung.

Maka sore harinya wajib masegeh agung di muka halaman rumah serta nyambleh atau menyembelih ayam samalulung (ayam kecil).

Baca juga: Umat Hindu Bersiap Rayakan Kuningan, Jejahitan Dipilih Warna Kuning, Berikut Maknanya

Tujuannya adalah untuk menghindari atau menghindarkan diri dari marabahaya yang disebabkan oleh Sang Bhuta Galungan, beserta antek-anteknya atau hambanya.

Oleh sebab itu, makna utama dari Pemacekan Agung adalah mengembalikan Sang Bhuta Galungan beserta para pengikutnya kembali ke asalnya semula.

Kemudian tempat melakukan caru penyambleh ayam samalulung adalah di lebuh atau di pamesuan tatkala Pemacekan Agung.

Lebuh atau pamesuan itu adalah pintu keluar masuk dari jalan raya menuju ke pekarangan rumah.

Walaupun biasanya pelaksanaan nyambleh ini dilakukan sore hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved