Berita Denpasar
Digitalisasi untuk Pelaku IKM dan UMKM Penting Dilakukan Dimasa Pandemi Covid-19
Dalam situasi pandemi Covid-19 IKM (industri kecil menengah) dan UMKM (usaha kecil mikro dan menengah) masih memberikan sedikit cahaya terang dan hara
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dalam situasi pandemi Covid-19 IKM (industri kecil menengah) dan UMKM (usaha kecil mikro dan menengah) masih memberikan sedikit cahaya terang dan harapan untuk membangkitkan perekonomian khususnya di Bali kedepannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam acara Indonesia Digital Conference melalui virtual Zoom pada, Rabu 17 November 2021.
"Kita mengajak mereka (IKM dan UMKM) bangkit melalui offline yakni menggelar pameran. Yang memasarkan hasil-hasil kerajinan atau produk-produk mereka di pameran Art Center pada beberapa pekan lalu," kata dia.
Keuntungan dari berjualan di pameran tersebut dapat langsung diterima oleh para pelaku IKM dan UMKM dari konsumen.
Putri mengungkapkan, awalnya pelaku UMKM kebanyakan dari generasi jadul atau lama yang usianya 50 tahun keatas. Dan belum melek akan pemanfaatan tekhnologi.
Baca juga: Kenali Diabetes Tipe 1, Kondisi Autoimun di Mana Pankreas Sama Sekali Tidak Menghasilkan Insulin
"Berbeda dengan anak-anak saat ini yang sekali saja menggunakan gadget sudah mengerti. Mereka pelan-pelan diajari untuk digitalisasi. Karena dikhawatirkan nantinya usaha mereka akan ketinggalan jauh jika tidak memanfaatkan tekhnologi digitalisasi," tambahnya.
Untuk situasi saat ini di era baru, menurut Putri digitalisasi menjadi keniscayaan.
Dan semua pelaku usaha mau tidak mau harus menggunakan itu agar ada kemajuan dan usahanya dapat survive.
Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan di Bali yakni pertahankan kualitas produk, pertahankan kualitas sumber daya manusia, serta pertahankan konsumen dan pasar lokal.
"Karena ketika saya melihat gejala pada orang sudah melihat situasi pasar global, dia mulai meninggalkan konsumen lokal. Sehingga kita ditimpa oleh produk-produk dari luar lalu dijadikan pangsa pasar," terangnya.
Ia pun mengingatkan karena Indonesia menjadi sasaran empuk untuk pasar produk-produk luar.
Menurutnya Indonesia khususnya Bali memiliki produk-produk luar biasa yang bisa dipasarkan dan bersaing ke dunia luar.
"Jangan sampai produk-produk kita yang berkualitas hanya dinikmati di Negara lain sedangkan kita dijejali dengan produk-produk yang tidak berkualitas," tandasnya.
Baca juga: Ketua Serikat Pekerja Bali Tanggapi UMP 2022 yang Hanya Naik 1,09 Persen
Kenyataan tersebut lah yang ia lihat dilapangan. Dan karena digitalisasi membawa keuntungan untuk IKM dan UMKM, pelaku usaha juga harus tetap menjaga dampak-dampaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/transformasi-pln-kunci-sukses-percepat-digitalisasi-pembangkit-dalam-peningkatan.jpg)