Breaking News:

Berita Bali

UMP Tahun 2022 Bali Naik 0,98 Persen, Kadisnaker Bali Sebut Hasil Kesepakatan Pengusaha dan Pekerja 

Pemprov Bali menetapkan bahwa UMP tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 2.516.971.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Noviana Windri
Bangka Pos
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 akhirnya ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. 

Hal ini seperti ditetapkan dalam keputusan Gubernur Bali Nomor 779/03-M/HK/2021 tanggal 18 November 2021 tentang Upah Minimum Provinsi. 

Dalam keputusan tersebut, Pemprov Bali menetapkan bahwa UMP tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 2.516.971.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) dan ESDM Provinsi Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda menyebut bahwa UMP Bali sendiri mengalami kenaikan sebesar 0,98 persen atau sebesar Rp 22.971. 

"Kalau dibandingkan tahun lalu tentu ada kenaikan (sebesar) Rp 22.971 untuk tahun ini," kata Arda saat dihubungi, Jumat 19 November 2021.

Baca juga: SPSI Beri Dua Catatan Krusial, Berharap Kebaikan Gubernur Bali Naikkan UMP

Baca juga: Daftar UMP/UMK 2022, Tertinggi DKI Jakarta Rp 4,45 Juta, Jawa Tengah Rp 1,81 Juta

Seperti diketahui, pada tahun sebelumnya UMP Bali ditetapkan sebesar dari Rp 2.494.000 menjadi Rp 2.516.971. 

Penetapan UMP ini sendiri menurut Gus Arda sendiri telah melalui berbagai indikator yang mengacu pada PP 36 tahun 2021.

Dalam aturan tersebut, penentuan upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan di suatu daerah.

Adapun variabel yang dipakai dalam formula upah minimum diantaranya meliputi angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan, meliputi paritas daya beli (keseimbangan kemampuan berbelanja), tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah (marjin antara 50 persen upah/gaji tertinggi dan 50 persen terendah dari karyawan di posisi atau pekerjaan tertentu).

Pun begitu, pihaknya mengakui bahwa UMP Bali tahun 2022 sendiri masih jauh di bawah kenaikan rata-rata nasional yang sebesar 1,09 persen. 

Menurut pihaknya, itu terjadi karena kondisi perekonomian Bali yang mengalami kontraksi akibat hantaman pandemi Covid-19. 

Baca juga: Perbandingan Gaji Messi di Barcelona dan Ronaldo di Juventus, Gaji 1 Menit Messi Setara UMP Jakarta

Baca juga: Penetapan UMP 2022 Akan Mengacu pada UU Cipta Kerja, Begini Kata KSBSI

Baca juga: Perbandingan Gaji Messi di Barcelona dan Ronaldo di Juventus, Gaji 1 Menit Messi Setara UMP Jakarta

Hanya saja, Gus Arda menegaskan bahwa kenaikan sebesar 0,98 persen itu sendiri merupakan hasil kesepakatan antara pekerja dan pengusaha. 

Bahkan, dari kedua belah pihak sendiri tidak ada penolakan terhadap angka tersebut. 

Apalagi, kata dia, UMP 2022 ini lebih baik ketimbang tahun lalu. 

Sebab pada 2021 tak ada kenaikan UMP atau sama dengan UMP 2020. 

"Semua tanda tangan dan tak ada menolak. Saya pikir sudah ideal, terutama pekerja dan pengusaha menyadari," tuturnya. (gil) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved