Breaking News:

Berita Bali

PPKM Level 3 Diterapkan di Bali Saat Libur Akhir Tahun, Pelaku Pariwisata Nyatakan Sikap Menolak

Pemerintah akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia

Penulis: Ragil Armando | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas Gabungan Satgas Covid-19 melakukan sosialisasi serta penegakan disiplin guna menyadarkan warga akan pentingnya Prokes di kawasan Kesiman, Denpasar, Selasa 19 Oktober 2021. Pemerintah resmi menetapkan 54 kabupaten/kota di pulau Jawa dan Bali untuk menerapkan PPKM Level 2 hingga dua pekan ke depan. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Pemerintah akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Kebijakan ini dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus corona saat libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru).

Terkait adanya kebijakan tersebut, para pelaku pariwisata Bali menolak keras adanya kebijakan tersebut.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB), Wayan Puspanegara saat dikonfirmasi, Sabtu 20 November 2021.

Ia menyebut bahwa kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang terkesan dipaksakan dan mampu menimbulkan ketidakpercayaan publik dan kekacauan di masyarakat.

"APPMB menolak dan tegas minta dibatalkan pemberlakuan PPKM level 3 di akhir tahun yang tanpa dasar data & saint. Terlihat lucu dan diatur semena-mena sesuka hati, hal ini dipastikan bisa menimbulkan distrust, ketidakpercayaan publik & chaos, huru-hara," katanya.

Baca juga: Gelandang Tengah Persib yang Dulu Bermain bagi Persija Yakini Timnya Bisa Kalahkan Macan Kemayoran

Puspanegara juga menyebut bahwa kebijakan tersebut menurutnya justru sangat berbanding terbalik dengan usaha berbagai elemen di Bali yang mulai bangkit seiring turunnya level PPKM.

"Hal ini tentu bagi Bali sangat aneh dan nyeleneh, di tengah kita bersiap untuk bangkit seirama dengan turunnya level PPKM ke level 2 saat ini dan justru berharap turun terus hingga Level 1 dan bila perlu hingga Level 0 tanpa pembatasan dan menuju ue Normal," paparnya.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Badung ini juga mengatakan bahwa jika dilihat dari perspektif pariwisata Bali, tren penurunan level PPKM ini telah memberi secercah harapan untuk ekonomi bisa bergerak.

"Di mana sejak level 2, ditandai open border 14 Oktober lalu, adanya pelonggaran jam buka hingga pukul 00.00 WITA, dine in hingga 60 persen wisman domestik mulai masuk membuat kita mulai tersenyum meski masih ada halangan besar bagi wisman asing masuk Bali yakni regulasi yang saling bertubrukan diantara kementrian terkait," paparnya.

Baca juga: VIRAL VIDEO Pasangan Muda-Mudi Berhubungan Layaknya Suami-Istri, Diunggah di Akun Sang Kekasih

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved