Breaking News:

Berita Klungkung

Buang Limbah di Sungai dan Sedot Air Tanpa Izin, Sentra Pemotongan Ayam di Klungkung Ditutup

Satpol PP Klungkung memberikan peringatan kepada sentra pemotongan ayam di Desa Gelgel, yang dikeluhkan oleh warga.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Satpol PP Klungkung bersama dengan DLHP (Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan) Klungkung dan pihak Desa Gelgel turun untuk melakukan pengecekan sentra pemotongan ayam yang limbahnya dibuang di sungai, Senin 22 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Satpol PP Klungkung memberikan peringatan kepada sentra pemotongan ayam di Desa Gelgel, yang dikeluhkan oleh warga.

Selain membuang limbahnya ke sungai, Satpol PP juga mendapati sentra pemotongan ayam itu juga menyedot air sungai untuk usaha tanpa izin.

" Selain buang limbah ke sungai, ternyata usaha ini juga menyedot air sungai untuk usaha tanpa izin. Ini kan melanggar UU No 17 tahun 2019, dan hukumanya cukup berat," ujar Kasatpol PP Klungkung I Putu Suarta, Selasa  23 November 2021.

Baca juga: Dewan Klungkung Sepakati Ranperda Retribusi Tempat Khusus Parkir dan Persetujuan Bangunan Gedung

Sementara pipa untuk menyedot air sungai itu dilepas oleh Satpol PP, dan tempat usaha itu ditutup sementara sampai pemilik membuang limbahnya ke septic tank.

" Sementara kami bina dulu, kita berikan peringatan pertama. Jika membandel, nanti kita tindak dan bawa ke pengadilan," tegas Suarta. 

Sebelumnya, Warga di Desa Gelgel dikeluhkan dengan keberadaan usaha pemotongan ayam yang membuang limbahnya di sungai.

Padahal air sungai tersebut sering dimanfaatkan warga untuk mandi dan untuk perairan irigasi di sawah.

Seorang warga Desa Gelgel I Ketut Sukarya menjelaskan, warga sudah lama mengeluhkan air sungai yang tercemar oleh limbah pemotongan ayam seperti bulu dan usus ayam.

Baca juga: Kepala Bank Jerman Kunjungi TOSS Center, Apresiasi Keseriusan Klungkung Kelola Sampah

Apalagi sungai itu kerap dimanfaatkan warga untuk mandi dan saluran irigasi ke sawah.

Ia lalu menunjukkan pipa pembuangan dari usaha pemotongan ayam itu, yang limbahnya langsung dibuang ke sungai.

" Warga banyak mengeluh karena banyak bulu ayam, usus serta kotoran ayam yang dibuang di sungai. Ini kan membuat warga gatal-gatal dan air sungai juga jadi bau amis," ungkap Ketut Sukarya yang juga Prajuru Tempek Minggir, Subak Kacangdawa, Senin 22 November 2021. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved