Breaking News:

Berita Jembrana

Oknum Kepsek di Jembrana Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur Akan Dipecat

Oknum kepala sekolah di Jembrana kasus persetubuhan anak di bawah umur dihukum 12 tahun penjara, akan segera dipecat

tribun bali/dwisuputra
ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak, pemerkosaan anak kecil. Oknum kepala sekolah di Jembrana kasus persetubuhan anak di bawah umur dihukum 12 tahun penjara, akan segera dipecat. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Oknum kepala sekolah di Jembrana kasus persetubuhan anak di bawah umur dihukum 12 tahun penjara, akan segera dipecat.

Keputusan hukum tetap dan mengikat sudah tertuang dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.

Upaya hukum banding yang dilakukan oknum kepala sekolah di salah satu SD di Jembrana, sudah diputus dengan putusan 12 tahun penjara.

Sebelumnya, Hakim PN Negara memutus terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.

Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, putusan banding Pengadilan Tinggi Bali pada 27 Oktober 2021 lalu dan jaksa menerima salinan putusan 1 November 2021, masih ada waktu 14 hari untuk melakukan upaya hukum kasasi.

Baca juga: Kepsek Terlibat Pelecehan Seksual di Jembrana Resmi Diganti

Sampai batas waktu diberikan, tidak ada upaya hukum lagi dari terdakwa, dan pihaknya juga tidak melakukan upaya hukum kasasi.

Oleh karena itu, atas putusan banding terhadap perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap atau inkra.

Selanjutnya, jaksa akan melakukan eksekusi berdasarkan putusan banding tersebut.

“Kami tidak melakukan upaya kasasi dan terdakwa sudah berada di rutan,” ucapnya, Senin 22 November 2021.

Dikatakan, oknum pegawai negeri sipil Pemkab Jembrana itu, diputus dengan pidana 12 penjara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved