Berita Bali
Data Soal Kasus Pelecehan Seksual Dipertanyakan Pihak Rektorat Unud, Begini Tanggapan LBH Bali
ia kembali menegaskan jika data yang mereka beberkan terkait kekerasan seksual di Kampus Unud merupakan data yang bisa dipertanggungjawabkan
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
"Ini yang saya tidak mengerti. Kapan survei dan kuisioner itu dilakukan. Validasinya bagaimana. Berapa populasinya. Kemudian, eror rate-nya berapa," tambahnya.
Prof. Antara menerangkan, jadi pada prinsipnya pihaknya sangat terbuka dan akan tegas menyelesaikan kasus jika memang datanya jelas.
Terlebih jika dilihat dari data LBH, empat pelaku diantaranya merupakan staf Unud di mana dalam hal ini Prof. Antara menilai pihaknya bisa cepat untuk menindaklanjuti.
"Kan kami tidak pegang data. Kemudian 14 itu pelakunya mahasiswa. Ini penting sekali kapan kejadiannya."
"Maksud saya begini, jangan-jangan saat itu mereka status pacaran. Dan itu terjadi di luar kampus kejadiannya kan kami juga tidak bisa bergerak banyak. Kemudian ada juga masyarakat."
"Kami kan tidak bisa, masyarakat mana. Dan kapan kejadiannya. Sampai ada buruh bangunan itu. Itu yang sangat mengherankan. LBH malah mendorong kami untuk menyelesaikan kasus."
"Kasus mana, datanya siapa. Itu yang sebetulnya harus dipertanggungjawabkan oleh LBH Bali," paparnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/direktur-lbh-bali-ni-kadek-vany-primaliraning-alias-vany-paling-kanan-saat-konferensi-pers.jpg)