Berita Badung

Marak Kasus Pencurian Laptop di Sekolah, Disdikpora Badung Minta Sekolah untuk Antisipasi Sejak Dini

Sebelumnya terjadi pencurian laptop di sekolah wilayah Kuta Utara dan Petang, kini pencurian laptop terjadi di wilayah Mengwi tepatnya di SDN 2 Sading

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Karsiani Putri
Agus Aryanta
Kepala Disdikpora Badung, I Made Mandi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Kasus pencurian laptop marak terjadi di beberapa sekolah di Badung.

Sebelumnya terjadi pencurian laptop di sekolah wilayah Kuta Utara dan Petang, kini pencurian laptop terjadi di wilayah Mengwi tepatnya di SDN 2 Sading.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat meminta agar sekolah antisipasi sejak dini.

Baca juga: Dari Jejak Kaki, Diduga Pencuri Laptop di SDN 2 Sading Badung Berjumlah Dua Orang

Baca juga: Kasus Pencurian di SD No 2 Sading Badung, Pencuri Naik Lewat Plafon dan Sisakan Jejak Kaki

Pasalnya di tengah situasi Covid-19 ini kasus kriminal bisa saja terjadi karena turunnya perekonomian.

“Kita meminta seluruh sekolah agar lebih berhati 2 dan menjaga sekolah  terutama bisa membuat  pengamanan double (dua kali lipat) terhadap apa yang ada di sekolah,” ungkap Kadisdikpora Badung I Made Mandi saat dikonfirmasi Jumat, 26 November 2021.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Satpol PP Badung Gencarkan Pengetatan Prokes di Jam Malam

Baca juga: RAPBD Bangli 2022 Resmi Ditetapkan Menjadi Peraturan Daerah

Dikatakan sekolah harus bisa menjaga aset sekolah dengan berkoordinasi dengan pihak lingkungan sekolah dan komite.

Kendati demikian, diharapkan guru atau yang lainnya bisa terus memantau kondisi sekolah yang ada.

“Jadi, jika kita berkoordinasi dengan lingkungan setempat, kan ada juga yang ikut mengawasi. Sehingga harapan kami tidak terjadi lagi pencurian di tempat yang lain,” ucapnya.

Disinggung mengenai jumlah laptop yang dilaporkan hilang sampai saat ini Mandi mengaku tidak memegang data.

Bahkan belum sempat mengecek keseluruhan laptop yang dilaporkan hilang.

“Ampura (Maaf) saya belum sempat mengecek, kebetulan sekarang juga tidak memegang data,” ungkapnya.

Kendati demikian dari data Disdikpora sebelumnya sampai bulan Juli 2021 ada sebanyak 71 laptop yang dilaporkan hilang dari 27. 213 laptop yang diberikan ke sekolah

Semua laptop yang hilang itu pun ada di beberapa sekolah SD dan SMP yang ada di Badung.

Baca juga: DISKON! Promo JSM Indomaret 26-28 November 2021, Mie Sedaap Goreng Ayam Bakar Limau Beli 3 Gratis 1

Baca juga: PT PLN (Persero): Standardisasi Akan Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik

Lebih lanjut Mandi mengatakan untuk kasus pencurian di SDN 2 Sading, dirinya mengaku sudah mendapat laporan dari UPT Mengwi.

Bahkan kasus itu pun sudah dilaporkan ke pihak berwajib dan telah dilakukan penyelidikan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved