Breaking News:

Info Populer

Aturan Terbaru: Masyarakat yang Hendak Bepergian saat Natal dan Tahun Baru Wajib Punya SKM

SKM akan diperiksa oleh petugas yang berjaga di posko PPKM sebagai check point yang didirikan di sejumlah pintu tol serta di kawasan perbatas

Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pengendara melintas di kawasan Gatsu Tengah, Denpasar, Minggu 21 November 2021. Pemerintah akan menerapkan kembali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di seluruh wilayah Indonesia. Aturan itu akan berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan masyarakat yang akan bepergian selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus sudah memiliki Surat Keluar Masuk (SKM).

Nantinya, kata dia, SKM akan diperiksa oleh petugas yang berjaga di posko PPKM sebagai check point yang didirikan di sejumlah pintu tol serta di beberapa kawasan perbatasan wilayah.

"Polri juga di seluruh-seluruh pintu-pintu tol, dan jalur-jalur akses tertentu perbatasan antar wilayah itu ada pos sebagai cek poin," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (26/11/2021). 

"Nah di situ nanti juga akan dicek apakah masyarakat yang bepergian memiliki SKM," lanjutnya.

SKM sebagai surat keterangan bepergian, lanjut Dedi, dikeluarkan oleh ketua RT setempat.

Baca juga: Pamer Mangrove ke Peserta G20, PPKM Level 3 Jelang Nataru di Bali, Luhut: Nggak Banyak yang Nolak

Baca juga: Pelaku Pariwisata Bali Tolak PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Dewan Minta Masyarakat Bersabar

Baca juga: PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Kurang Efektif, Epidemiolog: Harus Tegas Pakai PPKM Darurat

"Jadi setiap masyarakat yang akan bepergian itu harus melalui posko PPKM skala mikro. Nanti SKM dikeluarkan oleh ketua RT yakni surat keterangan bepergian," jelasnya. 

Lebih lanjut dia menuturkan, apabila masyarakat kedapatan tidak memiliki SKM saat diperiksa di posko tersebut, maka petugas akan melakukan tes swab antigen. 

"Kalau misalnya dia nanti positif akan ditindaklanjuti PCR. Kalau misalnya SKM dia ada maka silakan melanjutkan perjalanan," ungkap Dedi. 

Dedi juga mengatakan bagi pengendara yang lolos pemeriksaan, akan diberikan stiker di kendaraan masyarakat. 

"Sebagai penanda bahwa dia sudah lolos dari Pos PPKM. Sudah swab antigen, vaksinasi dan sebagainya. Untuk memastikan yang keluar betul-betul clear," ujarnya.

"Jangan sampai yangg keluar masih membawa virus, nanti menularkan dan menjadi klaster baru," tutur Dedi. 

Dedi berujar ketentuan tersebut akan diterapkan polisi dalam rangka Operasi Lilin saat Nataru yang akan digelar mulai pada 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca juga: PPKM Level III Saat Nataru, Satgas Jembrana Belum Terima Surat dari Provinsi

Baca juga: Aturan Lengkap Larangan Cuti Nataru, Hanya Wisata Lokal yang Buka

Dia memaparkan aparat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan libur panjang tetap berpedoman kepada Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021.

Artikel ini tayang di Kompas dengan judul Catat ya masyarakat yang hendak bepergian saat natal dan tahun baru wajib punya skm

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved