Breaking News:

Berita Klungkung

216 ODHA di Klungkung Mulai Membuka Diri ke Masyarakat

Terdapat 126 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS di Klungkung yang mulai berani membuka diri ke masyarakat.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Semarapura, Klungkung, Bali, Rabu (1/12). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Terdapat 126 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS di Klungkung yang mulai berani membuka diri ke masyarakat.

Pemkab pun masih mewaspadai beberapa lokasi di Klungkung yang menjadi tempat penularan HIV/AIDS.

Hal ini disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia di Klungkung diperingati di depan Monumen Ida I Dewa Agung Jambe, Rabu (1/12).

Sejumlah 216 ODHA itu terdata sejak tahun 2017, sampai dengan 2021 

"Saat ini ada sekitar 216 ODHA di Klungkung yang mulai membuka diri. Angka ini terdiri dari yang sudah lama terinfeksi namun baru melapor, ataupun ada pengidap HIV/AIDS yang baru," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Baca juga: Pastikan Program Ketahanan Pangan Lancar, Kapolsek Abiansemal Pantau Pertumbuhan Kacang Edamame

Baca juga: Sikapi Guru dan Siswa Peserta PTM Positif Covid-19, Denpasar Lakukan Tracing 1 Berbanding 9

Baca juga: Gagal Ketemu Pacar Uci Sanusi Pane Tewas Diamuk Massa, Ini Kronologi Lengkapnya

Tidak hanya edukasi bahaya dan pencegahan HIV/AIDS, Pemkab Klungkung juga telah melakukam upaya pencegahan dengan menutup tempat hiburan malam atau cafe remang-remang di wilayah Klungkung beberapa waktu lalu.

Menurutnya kebaradaan tempat hiburan malam itu, menjadi tempat penyebaran HIV/AIDS.

"Kami juga mewaspadai beberapa lokasi di Klungkung, yang berpotensi menjadi tempat penyebaran HIV/AIDS. Karena ada laporan dari warga ada warung, tempat spa, atau penginapan yang ditenggarai jadi tempat penularan HIV/AIDS. Nanti kami akan cek lagi, dan tentu kami akan tutup jika tempat itu terbukti seperti itu," jelasnya.

Ia juga meminta para ODHA di Klungkung untuk membuka diri, dan melakukan konsling baik ke rumah sakit maupun di Puskesmas.

Apalagi RSUD Klungkung maupun layanan kesehatan di Nusa Penida sudah bisa memberikan obat ARV (Antiretroviral).

"Dengan ARV ini, tentu ODHA juga bisa hidup layaknya orang normal. Setelah ODHA ini mau membuka diri, saya harap masyarakat juga bisa menerima mereka dengan baik," harap Suwirta.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved