Breaking News:

Berita Buleleng

Sama Sekali Belum Menerima Bantuan, 823 Keluarga di Buleleng akan Terima BST dari Dinsos

Dinas Sosial Buleleng kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap kedua, mulai Sabtu 4 Novemberr 2021 hingga Selasa 7 November 2021.

Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dan Penanganan Fakir Miskin, Nyoman Mariani Febrianti 

Dinsos Buleleng Salurkan BST Tahap Kedua

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Sosial Buleleng kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap kedua, mulai Sabtu 4 Novemberr 2021 hingga Selasa 7 November 2021.

Bantuan diberikan kepada 823 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun sama sekali belum mendapatkan program bantuan sosial.

Di mana masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp200 ribu.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Nyoman Mariani Febrianti, didampingi Kepala Dinsos Buleleng I Putu Kariaman Putra saat ditemui Jumat 3 November 2021 mengatakan, bantuan tersebut akan disalurkan di beberapa tempat seperti di Kantor Pos yang ada di masing-masing kecamatan, serta ada beberapa bantuan yang dibagikan di balai desa.

BST yang diberikan berasal dari APBD Buleleng dengan total nilai Rp 164.600.000.

Mariani pun tidak menampik, jumlah penerima BST tahap kedua ini lebih sedikit bila dibandingkan saat pembagian tahap pertama.

Di mana jumlah penerima BST tahap pertama mencapai 3.634 KPM.

Pengurangan ini terjadi karena ada beberapa KPM yang meninggal, sudah mendapatkan bantuan lain dari Kementerian Sosial, serta ada pula beberapa KPM yang dinyatakan tidak layak oleh Desa untuk menerima bantuan karena sudah tergolong mampu.

Imbuh Mariani, saat pembagian BST tahap pertama, ada sebanyak 1.092 KPM yang tidak mengambil bantuannya di tempat yang telah disediakan, karena berbagai alasan.

Dana yang telah disediakan untuk seribuan KPM itu pun praktis sudah dikembalikan lagi ke kas daerah, dengan nilai mencapai Rp218.400.000.

Mengantisipasi terjadi hal serupa dalam pembagian BST tahap ke dua, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan PT Pos.

Setelah jadwal pembagian selesai, pihaknya akan meminta rekap data jumlah KPM yang belum mengambil bantuannya serta berkoordinasi dengan desa, terkait alasan mengapa KPM tersebut belum mengambil bantuannya.

"Kalau misalnya karena sakit atau disabilitas, maka petugas Pos akan langsung mengantarkan bantuanya ke rumah penerima bantuan. Kalau misalnya sudah pindah atau meninggal, kami akan minta surat keterangan dari Perbekel agar bisa dipertanggung jawabkan," jelasnya. (rtu)

Baca juga: Penari Rangda dan Barong Harus Paham Pakem dan Tetuek

Baca juga: Buka Acara UMKM dan Ekraf, Ketua Kadin : KADIN Indonesia Siapkan Program Bangkitkan UMKM

Baca juga: Vaksin Booster Covid-19 Masih Dikaji Pemerintah, Menkes: Kurang Lebih di Bawah Rp300 Ribu

Berita Buleleng Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved