Breaking News:

Tips Kesehatan

Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan, Ini Langkah Pencegahannya

Pernapasan paling mudah terpengaruh abu vulkanik. Secara umum, efek abu vulkanik pada paru akan menyebabkan iritasi karena bersifat asam.

Editor: Noviana Windri
ist
Gunung Semeru Erupsi 

TRIBUN-BALI.COM - Berikut bahaya abu vulkanik bagi kesehatan dan cara pencegahannya, selengkapnya dalam artikel ini.

Abu vulkanik yang disebut pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik merupakan bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan gunung berapi, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus.

Dilansir dinkes.bantulkab.go.id, batuan yang berukuran besar (bongkah-kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5-7 km dari kawah.

Sedangkan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin.

Besar kecilnya abu vulkanik bergantung pada jumlah faktor, seperti konsentrasi partikel di udara yang sebaiknya kurang dari 10 mikron dalam diameter, frekuensi dan lama pemaparan, kandungan abu cuaca, serta kondisi kesehatan seseorang.

Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Baca juga: Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Meliputi 19 Desa di Magelang Jawa Tengah

Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, 19 Desa Diselimuti Abu Vulkanik

1. Gangguan pernapasan

Pernapasan paling mudah terpengaruh abu vulkanik.

Secara umum, efek abu vulkanik pada paru akan menyebabkan iritasi karena bersifat asam.

Iritasi yang terjadi adalah dari saluran pernapasan atas hingga bawah, seperti batuk-batuk atau bersin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved