Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Meski Ada Pembatasan Aktivitas saat Libur Nataru, Pemkab Badung Optimis Kunjungan Wisdom Meningkat

Pemerintah Kabupaten Badung tetap optimistis pada liburan Nataru kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) meningkat.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung, Cokorda Raka Darmawan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 diganti nama menjadi PPKM di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung tetap optimistis pada liburan Nataru kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) meningkat.

Sejauh ini untuk wisatawan domestik Bali masih menjadi sasaran utama untuk menjalani liburan.

Selain masyarakat yang sudah banyak menjalani vaksin juga kasus covid-19 sudah mulai menurun.

Baca juga: 600 Peserta Perayaan Natal Menjalani Tes Rapid Antigen di Balai Budaya Badung

Sehingga pangsa pasar wisatawan domestik pun sangat potensial untuk berkunjung  ke Bali, termasuk Badung.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung, Cokorda Raka Darmawan menyambut gembira dengan adanya kebijakan baru pemerintah tersebut.

Pihaknya malah mengaku sudah menyuarakan lebih awal bahwa ketika Internasional belum ada yang datang, domestik pasti ada yang menggeliat.

“Kita tetap optimis, karena kunjungan pasti ada. Namun pembatasan kan tetap dilaksanakan,” ujarnya Kamis, 9 Desember 2021.

Pihaknya pun mengaku sangat optimistis dengan adanya pada liburan Nataru ini kunjungan wisatawan domestik menjadi andalan Badung untuk menggeliatkan pariwisata.

Mengingat sampai saat ini sudah hampir 2 tahun pariwisata di Bali mati suri.

“Kami yakin kunjungan pasti ada, meski tidak bisa melaksanakan perayaan Nataru namun mereka bisa berlibur menikmati destinasi yang ada,” ucapnya.

Terkait dengan adanya varian Omicron pihaknya mengaku sudah memahami upaya yang dilakukan pemerintah.

Selain pariwisata pemerintah juga harus memikirkan kesehatan masyarakat, apalagi dengan adanya varian baru Covid-19.

 “Saya sudah menyuarakan dari awal. Ketika international penerbangan diperketat, ya memang wajib dan wajar pemerintah memperketat border internasional karena adanya varian baru cukup membahayakan, ” beber Cok Darmawan.

Baca juga: Hari Ini, Satpol PP Badung Agendakan Pemanggilan terhadap Pemilik Rumah Kos di Pinggiran Tukad Mati

Namun ketika berbicara peta vaksinasi untuk warga Negara Indonesia (WNI) secara keseluruhan vaksinasi sudah cukup tinggi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved