Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kesehatan mental

Mengenal Eksibisionisme, Gangguan Mental Yang Bikin Orang Senang Pamer Kelamin

Untuk mendiagnosis eksibisinisme, dokter biasanya memastikan penderita telah berulang kali dan merasa bergairaah saat memperlihatkan alat kelamin

tangkap layar bangkapos
ILSUTRASI KELAMIN: Seorang mertua melaporkan menantunya ke polisi karena alat kelamin yang terlalu besar. Dikutip dari Tribun Jatim, Sito (55) warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo melaporkan Basar ke Polsek Maron pada Rabu (20/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan oleh beredarnya video seorang wanita memamerkan organ vitalnya di Bandara Yogyakarta.

Setelah proses pemeriksaan, psikolog yang didatangkan oleh pihak kepolisian pun menyatakan bahwa sang pelaku menderita kelainan psikologis yang bernama eksibisionisme.

Eksibisionisme adalag gangguan mental yang membuat penderitanya sennang mengekspos alat kelamin agar bisa bersemangat secara seksual atau memiliki keinginan yang kuat mendapat perhatian orang lain selama aktivitas seksual.

Mengenal apa itu Eksibisionis

Baca juga: Jika Mengalami 7 Tanda Ini Berarti Kamu Memiliki Gangguan Kecemasan

Dokter biasanya mendiagnosis gangguan eksibisionis ketika penderitanya merasa sangat tertekan atau menjadi kurang mampu berfungsi dengan baik karena perilaku mereka, atau mereka telah bertindak atas desakan diri sendiri dan membuat orang lain tak nyaman.

Eksibisionisme adalah salah satu bentuk parafilia.

Parafilia adalah gangguan emosional yang ditandai dengan adanya fantasi atau dorongan tertentu gar bisa bergairah secara seksual.

Penderita eksibisionisme kerap mengekspos alat kelamin mereke ke orang lain dan merasa sangat bersemangat saat melakukannya.

Baca juga: Apa Itu Gangguan Mental Bipolar? Begini Penjelasan Serta Tipe-tipenya

Bagi sebagian orang, eksibisionisme muncul dalam bentuk keinginan yang kuat untuk membuat orang lain menonton tindakan seksual mereka.

Selain mempertontonkan organ vital di tempat umum, penderita eksibisionisme juga sering membuat film porno.

Diagnosis eksibisionisme

Untuk mendiagnosis eksibisinisme, dokter biasanya memastikan penderita telah berulang kali dan merasa bergairaah saat memperlihatkan alat kelamin atau merasa senang saat ada orang lain melihat aktivitas seksual mereka.

Hal tersebut membuat penderita merasa sangat tertekan dan tidak bisa berfungsi dengan baik di lingkungan.

Seseorang bisa disebut mengalami eksibisionisme jika merasakan hal tersebut minimal enam bulan.

Perawatan eksibisonisme

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved