KISAH Ida Pedanda Nabe Gede Buruan, Mulai Jadi Dosen hingga Madiksa Sebagai Sulinggih
Beliau sebelumnya menjadi dosen di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Dan mengajar sejak tahun 1984, setelah diangkat menjadi dosen
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ida Pedanda Nabe Gede Buruan, merupakan salah satu tokoh sulinggih yang memiliki background akademisi.
Beliau sebelumnya menjadi dosen di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Dan mengajar sejak tahun 1984, setelah diangkat menjadi dosen.
Ida pedanda kelahiran tahun 1954 ini, memiliki kisah pilu sejak kecil. Sebab beliau telah ditinggalkan oleh ayahanda, dalam usia yang masih sangat muda. Yakni sekitar kelas IV SD.
"Itu yang menyebabkan saya harus sekolah berpindah-pindah," jelasnya kepada Tribun Bali, dalam program Bali Sekala-Niskala.
Baca juga: Yama dan Nyama Brata, Berikut Sasana Seorang Sulinggih
Beruntung ada saja orang baik yang membantu beliau, sehingga beliau dapat mengenyam bangku pendidikan hingga perguruan tinggi.
Keterbatasan materi tidak membuat beliau putus asa.
"Bahkan dahulu hampir mau jadi polisi, hanya saja tidak bisa karena ada masalah kulit," imbuh beliau.
Tapi walau demikian, tak menyurutkan niat beliau untuk menjadi orang sukses dan berguna.
Walau saat sekolah dasar harus pindah-pindah, dari Pejeng ke Satria, lalu ke Wanayu dan ke Pejeng lagi hingga sempat ke Mambal.
Akhirnya memasuki sekolah menengah pertama negeri, beliau tamat di Blahkiuh.
Melanjutkan kemudian PGAHN VI dan tamat tahun 1974. Beliau melanjutkan ke Fakultas Sastra, Unud, tahun 1975-1979.
Beliau menjadi sarjana muda, dan asisten dosen lalu tamat pada 1984.
"Beruntung waktu itu saya langsung jadi dosen, dan mengajar di Unud. Lalu sempat jadi ketua jurusan pada tahun 2003," sebut beliau.
Hanya saja, karena beliau harus madiksa menjadi sulinggih maka beliau mundur pada tahun 2005 dan mempersiapkan diri.
Baca juga: Kisah Ida Pedanda Gede Genitaen Sanur Saat Masih Walaka hingga Menjadi Sulinggih Semasa Hidup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-pedanda-nabe-gede-buruan-dfgg.jpg)