Berita Buleleng
Menghilang Lima Hari, Wayan Mirah Ditemukan Telah Tewas dan Membusuk di Tukad Aye Buleleng
Belakangan diketahui, mayat berjenis kelamin laki-laki itu adalah I Wayan Mirah (84), warga asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Bengkala
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sosok mayat ditemukan tergeletak di Tukad Aye, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng pada Senin (13/12/2021).
Belakangan diketahui, mayat berjenis kelamin laki-laki itu adalah I Wayan Mirah (84), warga asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Bengkala.
Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, jenazah I Wayan Mirah pertama kali ditemukan oleh salah satu anggota Linmas Desa Bengkala bernama Ketut Suwardana, yang saat itu kebetulan tengah berkunjung ke Tukad Aye.
Suwardana pun tiba-tiba terkejut, melihat adanya sesosok mayat dengan kondisi telah membusuk, dan dikerubungi lalat.
Baca juga: Pelaku Asusila di Buleleng Jalani BAP, KPPAD Bali Harap Penyidik Gunakan UU Sistem Peradilan Anak
Ia lantas bergegas melaporkan temuannya ini ke Mapolsek Kubutambahan.
Polisi yang mendapatkan laporan itu, kemudian bergegas mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan ciri-ciri dari mayat tersebut merupan seorang pria, berkulit sawo matang, memiliki tinggi 160 centimeter, beruban, menggunakan celana pendek warna hitam, serta tidak menggunakan baju.
Setelah mendapati ciri-ciri dari jenazah tersebut, polisi kemudian mengkaitkan dengan laporan dari seorang warga yang mengaku telah kehilangan anggota keluarganya sejak Rabu (8/12/2021) lalu.
Bahkan sempat dilakukan pencarian bersama 25 anggota Linmas dan beberapa masyarakat, namun tidak membuahkan hasil.
Polisi pun langsung menghubungi keluarga korban, hingga akhirnya diketahui warga yang dilaporkan hilang sejak 8 Desember itu ialah I Wayan Mirah, yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, di Tukad Aye tersebut.
Menurut keterangan I Ketut Merdana yang merupakan anak I Wayah Mirah, ayahnya memang memiliki penyakit pikun.
Bahkan almarhun juga sempat menghilang dari rumah selama dua hari, namun berhasil kembali.
Mengingat dari hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya, almarhum pun langsung dibawa oleh petugas ke rumah duka, dengan menggunakan ambulans milik PMI.
"Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini, dan menolak untuk dilakukan autopsi mengingat korban mengalami gangguan kesehatan yaitu penyakit pikun alias demensia.
Baca juga: VIDEO Siswi SMP Disetubuhi 4 Pria di Tejakula Viral, Polres Buleleng Lakukan Penyelidikan
Namun Kasus ini tetap dilakukan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Kubutambahan," tutupnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jenazah-i-wayan-mirah-saat-dievakuasi-dari-tukad-aye-senin-1312.jpg)