Breaking News:

Berita Klungkung

Berkas Perkara Lengkap, Tersangka Korupsi LPD Ped di Klungkung Segera Diadili

Dari hasil penyidikan, para tersangka ini bekerjasama untuk menggunakan kas LPD Desa Adat Ped tanpa memenuhi Standar Kerja Organisasi dan Manajemen

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
Tersangka kasus dugaan korupsi di LPD Ped berinisial IMS dan IGS saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Klungkung, Rabu (15/12/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Tersangka kasus dugaan korupsi di LPD Ped berinisial IMS dan IGS segera diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar.

Hal ini menyusul berkas perkara terhadap keduanya dinyatakan sudah lengkap atau P21.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 8 Jo. Pasal 18 UU Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat 1 KUHP

Dari hasil penyidikan, para tersangka ini bekerjasama untuk menggunakan kas LPD Desa Adat Ped tanpa memenuhi Standar Kerja Organisasi dan Manajemen SDM LPD Bali, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 44 Tahun 2017 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Lembaga Perkreditan Desa.

Baca juga: Putu Ayu Menangis Takut Disuntik, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Klungkung Diawali di 2 Sekolah

Misal mencairkan anggaran yang diberikan kepada pengurus dan karyawan LPD Desa Adat Ped berupa uang pesangon meskipun belum memasuki masa pensiun, serta adanya penyelewengan biaya komisi, biaya tirta yatra, biaya outbond, tunjangan kesehatan, biaya promosi, pemberian suku bunga kredit 1 % bagi pengurus/karyawan serta keluarga pengurus dan karyawan saat mengajukan pinjaman kredit, dan membeli tanah yang nilainya lebih besar dari harga jual tanah sebenarnya sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 4.421.632.060 ( empat miliar empat ratus dua puluh satu juta enam ratus tiga puluh dua ribu enam puluh rupiah).

Perkirakaan kerugian ini berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan penyelewengan/ penyalahgunaan dana LPD Desa Adat Ped Kecamatan Nusa Penida periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2020 nomor : X.700.04/218/IP.IV/ITDA tanggal 1 Desember 2021 yang dikeluarkan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung.

" Selanjutnya tersangka IGS dan IMS dilakukan penahanan oleh penuntut umum dalam tingkat penuntutan selama 20 Hari mulai tanggal 15 Desember 2021 sampai 03 Januari 2022 di Rutan Polsek Klungkung, untuk selanjutnya menunggu pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung,   Shirley Manutede. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved