Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Seniman Drama Gong Anak Agung Gede Rai Kalam Dikenal Sosok yang Bijaksana

Seniman legendaris Drama Gong, Anak Agung Gede Rai Kalam (84) menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Senin 20 Desember 2021.

Tayang:
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana rumah duka legenda drama gong almarhum Anak Agung Gede Rai Kalam di Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Klungkung, Bali, Senin 20 Desember 2021 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Seniman legendaris Drama Gong, Anak Agung Gede Rai Kalam (84) menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Senin 20 Desember 2021.

Di mata keluarga, pria yang dikenal dengan perannya sebagai patih anom tersebut dikenal sebagai sosok yang bijaksana.

Rasa duka masih dirasakan putri kedua AA Gede Kalam, Anak Agung Istri Oka Yuniari saat ditemui di rumah duka di Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Klungkung, Senin 20 Desember 2021.

Matanya seketika berkaca-kaca saat mengenang sosok sang ayah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Rai Kalam Sang Patih Anom Meninggal Dunia, Terakhir Pentas Drama Gong Tahun 2015

" Ajik (ayah) adalah sosok orangtua yang bijaksana. Walau anaknya semua perempuan, ia tidak pernah membeda-bedakan menantu. Berkasta atau tidak, dari keluarga biasa atau berada, di mata beliau semua sama," ungkap Anak Agung Istri Oka Yuniari.

Ia pun menuturkan, sehari sebelum meninggal dunia Anak Agung Gede Rai Kalam sempat meminta agar rambutnya dicukur dan kukunya juga dipotong.

Walaupun 3 minggu lalu, kondisi Rai Kalam sempat turun dan menjalani perawatan di RS Bintang, Klungkung.

" Kemarin beliau masih bisa bicara, minta cukur rambut dan dipotong kukunya. Langsung dicukur oleh cucunya," ungkap AA Istri Oka Yuniari.

Baca juga: Sucikan Roh Bayi yang Meninggal dalam Kandungan, Upacara Warak Kruron Digelar di Pantai Padang Galak

Di masa tuanya, Rai Kalam lebih banyak beraktivitas di rumah.

Rai Kalam jarang tampil di panggung drama gong sepeninggal rekan seperjuanganya seperti I Nyoman Pidada atau Dadap dan I Gede Yudana yang sering memerankan Raja Buduh.

" Masa tuanya di rumah saja, karena memang kondisinya sudah renta. Sesekali akhir pekan suka menonton pertandingan tinju dan bulu tangkis di TV," ungkap Yuniari.

AA Gede Rai Kalam merupakan legenda drama gong Bali yang aktif di tahun 1960 hingga tahun 1990’an.

Selama berkecimpung di dunia drama gong, AA Rai Kalam lebih dikenal melakoni peran protogonis sebagai patih anom.

Di usia senjanya,  AA Rai Kalam dikaruniai 5 orang putri dan 6 orang cucu.

Ia terakhir kali pentas drama gong pada tahun 2015 lalu, di panggung terbuka Ardha Chandra Art Centre Denpasar.

Ketika itu ia kembali ke panggung sebagai tribute bagi rekannya sesama legenda drama gong Bali, I Wayan Lodra.  (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved