Berita Bali

Perayaan Malam Tahun Baru, IHGMA Usulkan Pelaku Pariwisata Diberi Waktu Countdown hingga Pukul 00.00

Sebelumnya Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan sekitar 25 ribu orang kunjungi Bali per hari saat jelang Natal dan Tahun Baru

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, Dr. Yoga Iswara 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kedatangan Wisatawan Domestik saat ini menjadi momentum yang ditunggu oleh para pelaku pariwisata khususnya di Bali.

Sebelumnya Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan sekitar 25 ribu orang kunjungi Bali per hari saat jelang Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu dampak dari datangnya wisdom ke Bali berpengaruh terhadap perekonomian hingga 40 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Terus Meningkat, Polres Badung Turunkan 114 Personil Amankan Nataru

"Wisdom saat ini berpengaruh mencapai 40 persen kalau ditingkatkan lagi lebih bagus. Bali setidaknya harus dibuka secara essentials dan diplomatik.

Kalau kita bisa mencapai 20 ribu per hari domestik ke Bali melalui udara dan 15 ribu melalui darat bisa mencapai 50 hingga 60 persen itu akan bagus sekali," jelasnya pada, Selasa (21 Desember 2021).

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association ( IHGMA) Bali, Dr. Yoga Iswara mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus bagaimana menyuarakan untuk evaluasi open border Internasional di Bali.

"Kita sekarang fokus bagaimana menyuarakan kepantasan terkait dengan evaluasi open border Bali. Jadi fokus kita soal kepantasan.

Ini kan sekarang bukan masalah demonya, tapi bagaimana proses itu sudah mulai didengarkan kemudian ada poin-poin yang kita samakan persepsi.

Kami menyampaikan dengan goal bahwa kondisi Bali tidak baik-baik saja. We are bleeding selama dua tahun ini, dengan adanya open border yang hasilnya hanya 45 wisatawan ayo dong kita lihat ke dalamnya seperti apa permasalahannya, kami hanya ingin diperlakukan sama seperti Jakarta. Ada lima poin yang kita ajukan," ucap Yoga.

Yoga berharap Bali dapat diperlakukan secara parsial atau diperlakukan khusus.

Dengan bleeding Bali yang cukup besar, wajar penanganan Covid-19 di Bali ini bisa dipisahkan dengan Jawa. Karena tingkat bleeding dan kesiapan Bali ini berbeda.

Disinilah menurutnya harus mencari benang merahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved