Breaking News:

Badung

Whoa!Frank Gelar Pameran,12 Karya Lukisan Analog dan Digital Dipamerkan di Kempinski Bali

Whoa!Frank Gelar Pameran,12 Karya Lukisan Analog dan Digital Dipamerkan di Kempinski Bali

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Tamu hotel Kempinski Bali tengah melihat karya lukisan pada pameran Whoa!Frank. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA  - Whoa!Frank, art charity programme mengadakan pop up exhibition atau pameran di Apurva Kempinski Bali.

Pameran karya lukisan analog dan digital dibuka secara resmi sore ini oleh Founder Whoa!Frank yakni Franklin Firdaus dan Locca Chandra, di Pendopo Loby Apurva Kempinski Bali.

"Hari ini kita kenalkan bertemunya seni digital dan analog, pada saat ini banyak seniman yang mengalami kesusahan untuk memperkenalkan karya mereka ke the next level think," ujar Franklin Firdaus, Selasa (21 Desember 2021) sore.

Jadi mereka biasanya tidak punya platfrom, mostly mereka berkarya dan mungkin mereka tidak tahu bagaimana bisa menjual karyanya atau memberikan kontribusi lebih luas atau memperluas jaringan mereka ke the next level of sales.

"Jadi di Whoa!Frank kita memberikan platform buat seniman-seniman di Bali, tidak hanya digital tapi juga analog bisa berupa lukisan, bisa berupa fotografi, bisa berupa patung dan lainnya yang memang terlahir dari emosi, terlahir dari jiwa seni," jelasnya.

Founder Whoa!Frank berfoto bersama salah satu karya lukis dari salah seorang seniman.
Founder Whoa!Frank berfoto bersama salah satu karya lukis dari salah seorang seniman. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Dan pastinya platform ini juga memberikan kontribusi kembali ke Bali sebagai rumah kita, jadi penjualan dari karya seniman itu sebagian kita berikan lagi ke Bali.

Pada saat ini kita (Firdaus dan Locca) sebagai pecinta seni melalui Whoa!Frank kontribusi yang bisa kita berikan ke Bali, karya seni itu tidak punya marketplace sendiri untuk berjualan.

Sekarang kita menyiapkan platform itu melalui Whoa!Frank, mereka bisa lihat dan kontrol sendiri serta mereka juga dapat memberikan kontribusi kembali ke Bali.

"Jadi itu tujuan kita. Seniman yang tergabung belum banyak baru 10 sampai 20 seniman, kita terbuka bagi seniman baik yang ada di Bali maupun luar Bali. Mereka dapat bergabung dengan menunjukkan beberapa karya yang memiliki keunikan tersendiri, disini semua seniman ataupun artist mempunyai kesempatan yang sama di platform ini," imbuh Franklin Firdaus.

Baca juga: Apel Hendrawan Lelang Tiga Lukisan Gunung Meletus untuk Korban Erupsi Semeru, Laku Rp59 Juta

Baca juga: Pohon Kendal Tumbang, 1 Jam 15 Menit Jalan Denpasar-Gilimanuk Tak Dapat Dilewati

Baca juga: Loka Pom Buleleng dan Diskoperindag Jembrana Sidak Parcel Jelang Nataru

Pada pop up exhibition yang dipamerkan di pendopo loby Apurva Kempinski Bali ada sekira 12 karya termasuk karya lukis digital yang dicetak dan lukisan analog (seniman melukis pada media kanvas menggunakan cat warna).

Untuk hasil penjualan ini sebagian akan diberikan kepada masyarakat berupa sumbangan baik berupa uang maupun barang-barang yang dibutuhkan melalui organisasi Chance to Change, maupun panti asuhan dan panti jompo.

"Untuk charity kita memberikan kesempatan ke organisasi yang berbeda-beda tidak hanya terpaku satu tempat (panti asuhan atau panto jompo) atau satu organisasi saja. Dari hasil penjualan kita ambil sekian persen dan donasi kita serahkan langsung ke organisasi tersebut, entah itu berupa barang yang saat itu dibutuhkan mereka atau dalam bentuk uang," demikian kata Franklin Firdaus.(*)

Caption :

- Tamu hotel Kempinski Bali tengah melihat karya lukisan pada pameran Whoa!Frank.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved