Breaking News:

Berita Bali

Mantan Sekda Buleleng Segera Jalani Sidang, Kasus Gratifikasi Proyek Bandara hingga Terminal

Mantan Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka (58) akan segera dihadapkan ke meja hijau Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Tribun Bali/Rizal Fanany
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Puspaka usai diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Selasa, 23 Maret 2021. Puspaka yang menjabat sebagai sekda Kabupetan Buleleng 2011-2020 dimintai keterangan terkait dugaaan korupsi anggaran rumah dinas jabatan sekda Kabupaten Buleleng - Mantan Sekda Buleleng Segera Jalani Sidang, Kasus Gratifikasi Proyek Bandara hingga Terminal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka (58) akan segera dihadapkan ke meja hijau Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Pengadilan Tipikor Denpasar telah menetapkan jadwal sidang.

Puspaka terjerat kasus dugaan gratifikasi pembangunan Bandara Bali Utara, Buleleng, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang dan penyewaan lahan tanah Desa Yeh Sanih.

"Sidang perkara Nomor 36/Pid.Sus-TPK/2021/PN Dps dengan terdakwa Dewa Ketut Puspaka sudah ditentukan. Jadwalnya Selasa, 28 Desember 2021," ujar humas juga hakim PN Denpasar, Gede Putra Astawa, Kamis 23 Desember 2021.

Baca juga: Mantan Sekda Buleleng Ditahan, Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU

Selain penetapan jadwal sidang, Majelis Hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut juga telah ditetapkan.

Adalah hakim Heriyanti yang memimpin sidang didampingi hakim anggota Kony Hartanto dan hakim adhoc Nelson.

"Untuk sidang tetap dijalankan secara daring atau virtual. Terdakwa menjalani sidang dari lapas," ungkap Gede Putra Astawa.

Dalam perkara ini Puspaka saat menjabat sebagai sekda Buleleng diduga telah menerima gratifikasi pembangunan Bandara Bali Utara, Buleleng tahun 2018.

Gratifikasi diterima dari beberapa orang dalam rangka membantu mempercepat pengurusan izin pembangunan bandara.

Puspaka juga diduga telah menerima gratifikasi dalam pengurusan izin pembangunan terminal penerima LNG Celukan Bawang dari Perusahaan.

Ia juga diduga menerima gratifikasi terkait penyewaan lahan tanah Desa Yeh Sanih yang dilakukan oleh perusahaan sejak tahun 2015 hingga 2019.

Baca juga: Wow, Mantan Sekda Buleleng Diduga Terima Gratifikasi Rp 16 M, Dari Izin Pabrik LNG Sampai Bandara

Dari tindak pidana ini, Puspaka disangkakan pasal 11 atau pasal 12 huruf (a), atau huruf (b), atau huruf (g), Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan dari perkara TPPU itu, Puspaka disangkakan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved