Breaking News:

Berita Buleleng

Wow, Mantan Sekda Buleleng Diduga Terima Gratifikasi Rp 16 M, Dari Izin Pabrik LNG Sampai Bandara

Mantan Sekda Buleleng ditetapakan sebagai tersangka. Ia diduga menerima gratifikasi hingga Rp 16 miliar.

Penulis: Putu Candra | Editor: Komang Agus Ruspawan
Tribun Bali/Putu Candra
Plt Kajati Bali, Hutama Wisnu (kiri) didampingi para asistennya saat memberikan keterangan persnya di Aula Kejati Bali, Kamis, 22 Juli 2021. Kejati Bali tetapkan mantan Sekda Buleleng, DKP, sebagai tersangka dugaan menerima gratifikasi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dugaan gratifikasi yang diterima mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng inisial DKP ternyata tak main-main.

Mantan Sekda Buleleng ini diduga menerima gratifikasi hingga Rp 16 miliar.

Di antaranya untuk pengurusan izin pembangunan terminal penerima LNG Celukan Bawang dan pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng. 

DKP saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Tribun Bali saat mengkonfirmasi DKP terkait penetapan tersangka ini, hingga Jumat 23 Juli 2021, belum mendapat jawaban.

Nomor telepon selularnya yang dihubungi sejak Kamis 22 Juli 2021 malam tidak aktif.

Adapun pengumuman penetapan DKP sebagai tersangka ini disampaikan oleh Plt Kepala Kejati (Kajati) Bali, Hutama Wisnu, dalam jumpa pers di aula Kejati Bali, Kamis 22 Juli 2021 sore.

"Terkait perkara gratifikasi di Buleleng, kami sudah melakukan penetapan tersangka inisial DKP. Jadi ada beberapa kasus gratifikasi terkait dengan pendirian pabrik LNG dan pembangunan Bandara Bali Utara. Penetapan tersangka terhadap DKP kami lakukan hari Jumat (16 Juli 2021) kemarin," jelasnya. 

Baca Juga: BREAKING NEWS: Kejati Bali Tetapkan Eks Sekda Buleleng Tersangka Terkait Dugaan Gratifikasi

Dari penanganan perkara gratifikasi ini, tim penyidik Kejati Bali telah memeriksa puluhan saksi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved