Berita Gianyar

Bupati Gianyar Made Mahayastra Ancam Proyek Moler akan Dikenai Denda

Meskipun hampir setiap saat dipantau oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra, rupanya proyek tidak semua proyek berjalan lancar.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Eri Gunarta
Foto Bupati Gianyar, Made Mahayastra 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun hampir setiap saat dipantau oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra, rupanya proyek tidak semua proyek berjalan lancar.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Selasa 28 Desember 2021.

Terkait proyek yang tidak sesuai target penyelesaian, Mahayastra pun menegaskan akan memberikan sanksi denda untuk proyek molor.

Kepada wartawan, Mahayastra mengatakan, pihaknya selalu memberikan perhatian terhadap proyek pemerintah yang sedang dikerjakan.

Baik proyek yang penyelesaiannya dalam setahun maupun proyek berkelanjutan.

Namun demikian, rupanya masih ada proyek berpotensi molor.

Dan, ada juga proyek yang pengerjaannya dikebut untuk mencapai target akhir tahun.

Namun Mahayastra bersyukur, proyek yang berpotensi molor tidak banyak.

"Secara umum berjalan lancar, namun ada satu dua proyek yang terlihat tidak sesuai target aliat berpotensi molor. Saya sudah pantau hampir setiap hari, ada beberapa proyek yang sedang dikebut, seperti Taman di Tegenungan, Lampu Hias dan Pedestrian di Catuspata Peliatan, dipastikan akan selesai akhir tahun ini. Namun ada sejumlah proyek taman yang tampaknya molor," ujar Ketua PDIP Gianyar asal Kecamatan Payangan, Gianyar tersebut.

Baca juga: Lima Kali Runner Up, Shin Tae-yong Tanamkan Mental Juara Kepada Para Pemain Timnas Indonesia

Baca juga: Final Piala AFF 2020: Sadar Kekuatan Thailand, Shin Tae-yong Tetap Optimis dengan Anak Asuhnya

Baca juga: Herry Wirawan Ternyata Juga Rudapaksa Saudara Sendiri, Dokter Ungkap Fakta Ini Saat Bantu Persalinan

Melihat penghujung tahun semakin dekat, Mahayastra pun meminta agar agar rekanan atau pelaksana proyek untuk memanfaatkan waktu yang semakin singkat.

"Para rekanan bagaimana pun caranya, agar capaian pekerjaan bisa sesuai dengan target yang telah ditentukan. Bisa dengan lembur, menambah tenaga kerja atau peralatan. Jangan sampai ada yang memasuki ke masa perpanjangan dan terkena denda,” katanya.

Mahayastra sangat berharap agar proyek yang harus diselesaikan akhir tahun ini, agar sudah bisa dimanfaatkan di awal Januari oleh masyarakat.

Sebab, proyek molor akan menyebabkan pengorbanan masyarakat lebih lama.

Seperti hanya proyek taman pedestarian di By Pass Dharma Giri. Selama proyek, jalanan menjadi sempit dan debu proyek selalu mengotori bangunan di dekat proyek.

Namun demikian, pihaknya meminta agar kualitas proyek tetap terjaga secara baik. "Saya tidak ingin proyek baru terselesaikan mepet akhir batas waktu kontrak, kami harap mindset ini dirubah,” ujarnya. (*)

Berita Gianayar Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved