Breaking News:

Berita Jembrana

226 Perkara Kasus Perceraian di Jembrana Selama 2021, Penggugat Mayoritas Perempuan

di tahun ini meningkat kasus perdata sebanyak 263 atau meningkat 40 perkara, dan kasus perceraian sebanyak 226 atau meningkat 16 perkara.

(Tribun Bali/I Made Ardhiangga).
Ketua PN Negara, Ni Made Oktimandiani saat ditemui di Kantor PN Negara, Jumat 31 Desember 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pengadilan Negeri (PN) Negara, Jembrana, Bali menerima sebanyak 263 perkara perdata selama 2021 ini.

Di hari terakhir sebelum pergantian tahun 2022, sebanyak 226 kasus perdata ialah kasus perceraian, yang diajukan oleh warga Jembrana.

Dan penggugat mayoritas ialah perempuan di Bumi Makepung.

Ketua PN Negara, Ni Made Oktimandiani mengatakan, kasus perdata di Jembrana mengalami kenaikan dibanding tahun lalu 2020.

Di tahun lalu ada sebanyak 223 kasus perdata, dan khusus untuk kasus perceraian ada sebanyak 208 perkara yang sudah diputus oleh pihaknya.

Baca juga: Liga Inggris: Menang 3 - 1 Pelatih Manchester United Puji Skuadnya Setinggi Langit

Baca juga: Pernikahan Jerinx SID dan Nora Alexandra Dikabarkan Retak, Jaksa Tolak Nota Keberatan Jerinx

Baca juga: SEGERA Cek Cara Pencairan Bansos BSU BLT Rp 1 Juta, Cair Tanpa Potongan!

 

Sedangkan di tahun ini meningkat kasus perdata sebanyak 263 atau meningkat 40 perkara, dan kasus perceraian sebanyak 226 atau meningkat 16 perkara.

“Seluruh kasus perdata yang masuk ke kami sebanyak 263, 226 diantarnya kasus perceraian. Dan jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu. Untuk pemohon atau penggugat sendiri didominasi kaum perempuan,” ucapnya Jumat 31 Desember 2021 kepada awak media, sembari mengungkapkan selain perkara perceraian dalam kasus perdata itu, ialah sepeti gugatan PMH atau warisan.

Okti sapaan akrabnya mengaku, bahwa kebanyakan memang dalam kasus perceraian perempuan yang mengambil peran gugatan atau sebagai penggugat.

Saat ini memang perempuan mulai berani untuk mengambil sikap. Perempuan yang berinisiatif, mengambil perceraian.

Dan ketika dalam persidangan lebih banyak unsur penyebabnya ialah cek-cok secara terus menerus dalam keseharian pasangan cerai tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved