Berita Gianyar
Nelayan Nekat Terjang Gelombang Tinggi, Tangkapan Melimpah Ruah, Melaut Dua Kali Sehari di Gianyar
Nelayan di Gianyar memberanikan diri menerjang gelombang tinggi pantai selatan Bali.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Nelayan di Gianyar memberanikan diri menerjang gelombang tinggi pantai selatan Bali.
Sejak beberapa hari ini, mereka mulai panen tangkapan.
Setiap hasil tangkapan selalu ludes terjual.
Nelayan mulai menikmati hasil tangkapan sejak sepekan menjelang tahun 2022 ini.
Baca juga: Meski Cuaca Ekstrem, Nelayan di Gianyar Putuskan Tetap Melaut
Padahal cuaca dan gelombang pantai selatan sangat ekstrem.
Namun berbekal pengalaman, cuaca tidak menyurutkan niat nelayan untuk melaut.
Nang Puja, nelayan di Pantai Gumicik, Sukawati mengatakan, besarnya permintaan akan tangkapan hasil laut juga menjadi pemicu nelayan untuk tetap melaut.
"Sebelumnya kami khawatir tidak ada tangkapan. Mengingat jelang tahun baru permintaan ikan sangat banyak," ujarnya, Minggu 2 Januari 2022.
Adapun ikan-ikan yang banyak didapatkan saat ini, kata dia, adalah ikan yang laku di pasaran atau diminati oleh pelancong yang berwisata kuliner khas laut.
Di antaranya, ikan lemuru (anyar) dan ikan languan.
Ikan lemuru ini dijual seharga Rp 15 ribu per kilogram sedangkan ikan languan dijual Rp 35 ribu per kilogram.
Rata-rata tangkapan ikan para nelayan ini mencapai 5-12 kilogram.
Karena tangkapan menggiurkan, tak ayal ada nelayan sampai melaut sebanyak dua kali sehari.
Biasanya mereka hanya melaut sekali sehari.
"Kami bersyukur, di momen tahun baru ini kami menikmati rezeki. Bahkan ada nelayan yang melaut dua kali sehari, dinihari dan sore hari sekitar jam lima, pulang-pulangnya dapat tangkapan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nelayan-gianyar-tampak-bersuka-ria-memanen-tangkapan-mereka.jpg)