Breaking News:

Berita Denpasar

Serial Layangan Putus Buat Gamophobia: Jadi Takut Nikah, Begini Reaksi Tribunners Bali

Banyak dari mereka malah menjadi gamophobia. Gamophobia adalah ketakutan yang berlebihan untuk menjalin komitmen dan menikah.

ist
Serial Layangan Putus 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serial layangan putus makin digemari akhir-akhir ini. Apakah Tribunners termasuk yang mengikuti serial ini?

Serial layangan putus menceritakan tentang kehidupan setelah menikah yang ternyata tak seindah ekspetasi. Inilah yang menjadi sorotan banyak orang.

Banyak dari mereka malah menjadi gamophobia. Gamophobia adalah ketakutan yang berlebihan untuk menjalin komitmen dan menikah.

Penyebab gamophobia dapat terjadi karena trauma akibat kegagalan hubungan di masa lalu atau melihat orang tua yang bercerai.

Beberapa Tribunners yang menonton serial Layangan Putus ini membenarkan adanya rasa trauma akan menjalin komitmen. Dewi salah satunya.

Baca juga: RAMALAN ZODIAK Rabu 5 Januari 2022: Cancer Tidak Peka dengan Seseorang, Leo Jangan Malas

Baca juga: Cara Melakukan Self Healing, Proses Pemulihan Kondisi Psikis dan Fisik

Baca juga: Sudah Hari ke-140, Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Ditarget Terungkap Awal Tahun 2022

Tribun Bali berkesempatan mewawancarai Dewi, salah satu penggemar serial Layangan Putus. Ia mengatakan dengan melihat ini, mampu membuka pikirannya akan dunia pernikahan seperti apa.

"Jadinya aku banyak belajar, sebenernya juga takut memulai komitmen tapi juga harus didasari alasan yang kuat juga. Kenapa dan gimana caranya membangun hubungan yang baik," kata Dewi, (04/01/2022).

Selaran dengan Dewi, Gita Ajeng pun menyampaikan pandangannya terkait serial ini. Ajeng yang belum menikah, memaknai serial Layangan Putus bukan kekhawatiran akan pernikahan, namun mindset pikiran pribadi orang lah yang mempengaruhi.

"Saya melihat film tersebut jatuhnya bukan tidak berani nikah, namun justru membuat saya waspada bagaimana menghadapi pasangan. Jangan sampai kita merubah mindset kita sendiri setelah nonton itu, dalam menjalin hubungan juga harus ada kepercayaan satu sama lain," imbuh Ajeng.

Berbeda dengan pendapat Olivia, salah satu narsumber terkait serial Layangan Putus yang statusnya sudah menikah, ia menyebutkan bahwa dengan menonton ini lebih bisa menjaga privasi masing-masing pasangan.

"Kalau belum siap nikah, ya jangan dulu. Tapi kan nikah dibangun atas dasar komitmen, jadi saya dan suami saya waktu pacaran sudah berkomitmen tidak saling ganggu privasi masing-masing. Saya juga tipe orang yang tidak mau cek hp pasangan. Begitupun dengan suami. Kalau kita sama-sama sibuk, intinya komunikasi harus terjaga agar meminimalisir masuknya orang ketiga," kata Oliv pada Tribun Bali.

Baca juga: Ditangkap di Hotel Kawasan Renon Usai Ambil Paket Sabu, Medi Sanjaya Dituntut Delapan Tahun Penjara

Baca juga: KISAH Ida Rsi Lokanatha: Mediksa Umur 27 Tahun, Mundur Jadi Sulinggih Setelah Foto Kecup Istri Viral

Baca juga: Pemkab Tabanan Pastikan Tak Ada Angkutan Siswa, Tak Masuk APBD dan Masih PPKM Meski PTM 100 Persen

Untuk diketahui, ciri-ciri gamophobia adalah timbulnya rasa cemas ketika memikirkan komitmen hubungan di masa depan, negatif thinking terhadap suatu hubungan, menghindari topik tentang pernikahan, menghindari hubungan yang serius, dan tertekan bila menjalin hubungan.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved