Breaking News:

Berita Tabanan

Pemkab Tabanan Pastikan Tak Ada Angkutan Siswa, Tak Masuk APBD dan Masih PPKM Meski PTM 100 Persen

Pemkab Tabanan memastikan untuk tak lagi menganggarkan dana operasional layanan angkutan siswa Trans Serasi.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
ILUSTRASI - Siswa menumpang angkutan siswa 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemkab Tabanan memastikan untuk tak lagi menganggarkan dana operasional layanan angkutan siswa Trans Serasi.

Trans Serasi yang digagas oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti ini tak lagi dianggarkan di tahun 2022 karena keterbatasan anggaran.

Selain itu, juga karena masihnya berlaku penerapam PPKM sehingga layanan angkutan ini siswa ini masih belum beroperasi sejak pelaksanan pembelajaran daring 2020 lalu.

"Iya, tidak dianggarkan karena Covid 19. Itu dari tahun lalu juga direfocusing. Belum ada anggaran juga karena masih PPKM juga," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Made Yasa saat dikonfirmasi Selasa 4 Januari 2022. 

Dia menyebutkan, selain keterbatas anggaran, juga karena masih berlakunya penerapak PPKM di Bali khususnya.

Baca juga: Miliki Kulit Bebas Keriput Hanya dengan Tomat, Begini Caranya!

Baca juga: SOSOK Ida Rsi Bhujangga Lokantha, Pilih Jadi Penyanyi Religi Setelah Berhenti Jadi Sulinggih

Baca juga: PROMO Indomaret Hari ini 4 Januari 2022, Serbu Berbagai Susu Murah

Meskipun saat ini obyek yang diangkut dalam hal ini siswa sudah melaksanakan ujicoba PTM secara 100 persen.

Sebab, ditakutkan nanti jika siswa belum tentu bisa menerapkam prokes terutama jaga jarak di dalam armada.

"Untuk anggaran saya belum hafal karena baru (menjabat) disini. Yang jelas untuk tahun ini 2022 tidak dianggarkan karena keterbatasan anggaran dan juga PPKM itu. Selain itu, sebelumnya anggaran juga direfocusing untuk dialihkan ke kesehatan," ungkapnya.

Disinggung mengenai jika nantinya ada anggaran dan pandemi berakhir tahun ini dan aktivitas mulai normal seperti sebelumnya?

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan ini mengungkapkan bahwa tetap akan melihat perkembangan situasi dan paling utama ketersediaan anggaran.

Menurutnya, jika memang nanti memungkinkan, akan melakukan pengajuan anggaran di APBD 2022 Perubahan.

"Kita lihat perkembangan sekolah dan perkembangan anggarannya juga. Rencananya jika ada perintah pasti kita akan usulkan lagi. Secara kebijakan kita tetap mengajukan ke TAPD dulu. Nanti untuk penentuannya kan melihat anggaran yang tersedia dan kebijakan pimpinan. Apalagi untuk anggaran trans serasi ini kan tidak masuk APBD," ungkapnya. 

"Kemudian kita ketahui anggaran mobil dinas juga dikurangi sehingga masih belum memungkinkan sepertinya untuk angkutan siswa," tandasnya. 

Terpisah, sebelumnya Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, A. A. Ngurah Dalem Trisna menyebutkan hal senada dengan Kadis Perhubungan Tabanan.

Dia menyebutkan sejumlah pos anggaran terpaksa dihapus dari perencanaan anggaran karena tak bersifat urgen.

Mengingat kondisi saat ini obyek yang diangkut yakni siswa masih belum maksimal belajar.

Baca juga: Setelah Setahun Posisi Kosong, Kasdim 1611/Badung Dijabat Letkol Inf. Pedro Soares

Baca juga: Pura Petilasan Cempaka Majapahit di Gianyar Tempat Memohon Jabatan dan Rejeki

Baca juga: 4 PRESTASI Satgas Nemangkawi Memburu KKB Papua, 20 Hari Lagi Masa Tugas Berakhir

Namun, kata dia, sesuai data sebelumnya anggaran untuk angkutan siswa tersebut pada 2019 senilai Rp 14,4 Miliar lebih.

Jumlah tersebut digunakan untuk pembelian layanan angkutan trans serasi, ratusan operator seluruh kendaraan.

"Sesuai data, 2019 lalu anggaranya seperti itu. Itu untuk semua operasional dan juga pembelian layanan angkutan siswa," tandasnya.

Selain itu, anggaran untuk tenaga pengamanan kantor Satpam juga dihapuskan untuk tahun 2022.

Itu merupakan imbas dari keterbatasan anggaran fi tengah pandemi.

Tenaga Satpam mulai 1 Januari 2022 akan diganti dengan anggota Satpol PP. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved