Breaking News:

Berita Buleleng

Gaji Dipotong, Karyawan Yeh Buleleng Mesadu ke DPRD

Puluhan pegawai PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) mendatangi kantor DPRD Buleleng, Rabu (5 Januari 2022).

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sejumlah karyawan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) saat mesadu ke kantor DPRD Buleleng, Rabu (5 Januari 2022). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Puluhan pegawai PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) mendatangi kantor DPRD Buleleng, Rabu (5 Januari 2022).

Mereka mesadu ke dewan, lantaran sejak 1.5 tahun ini digaji mereka dipotong. 

Koordinator Aksi, Nyoman Sumiata menyebut, minat masyarakat untuk mengonsumsi Yeh Buleleng masih banyak.

Namun produk air minum yang jual seringkali di obral atau tidak sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan, dari yang seharusnya Rp 20 ribu per dus, diobral menjadi Rp 18 ribu per dus. 

Sumiata pun menilai, harga produk yang sering diobral itu mengakibatkan keuangan perusahaan terpuruk. Sehingga perusahaan tidak mampu untuk menggaji secara full karyawannya, yang jumlahnya mencapai 80 orang.

"Kalau penjualanya sering diobral begitu, yang salah kan bukan karyawannya, melakukan kesalahan manajemen yang menjual Yeh Buleleng terlalu murah. Sejak Mei 2020 gaji kami dipotong. Kerjanya setiap hari, bahkan kadang lembur," keluhnya. 

Mabuk dan Tantang Tetangganya Berkelahi, Pria di Buleleng Ditusuk Tombak

Sementara salah satu karyawan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, Ketut Suastika menyebut sejak Mei 2020 lalu, perusahaan mulai memotong gaji karyawan sebanyak 15 persen.

Karyawan pun tidak terlalu mempersoalkan, lantaran dampak dari pandemi Covid-19. Belakangan memasuki bulan Juni 2021, pihak perusahaan kembali melakukan pemotongan gaji, hingga mencapai 75 persen. 

"Kami merasa hak kami semakin dirampas. Saat terjadi pemotongan 15 persen itu kami diam saja, karena mengerti dengan situasi perusahaan. Tapi sekarang pemotongannya kok semakin besar. Saya ini tulang punggung keluarga, merasa seperti dibodohi oleh perusahaan," ungkapnya. 

Bahkan Suastika menyebut, pihak perusahaan juga memotong gaji karyawan untuk membayar iuran BPJS Tenaga Kerja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved