Breaking News:

Berita Buleleng

Karyawan Yeh Buleleng Layangkan Aduan ke Mapolres Buleleng Terkait Pemotongan Gaji

Setelah mesadu ke DPRD Buleleng, puluhan karyawan itu terpantau melayangkan pengaduan ke Mapolres Buleleng, Kamis (6/1/2022)

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sejumlah karyawan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) saat mendatangi Mapolres Buleleng untuk melayangkan aduan, Kamis (6/1/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - 80 Karyawan  PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) terus mencari upaya agar bisa mendapatkan gajinya.

Setelah mesadu ke DPRD Buleleng, puluhan karyawan itu terpantau melayangkan pengaduan ke Mapolres Buleleng, Kamis (6/1/2022).

Dalam pengaduan nomor Dumas:09/Res.7.4./I/2022/SPKT/Polres Buleleng, Koordinator Aksi, Nyoman Sumiarta tercatat mengadukan Direktur Umum PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, Gede A. Prihal dugaan tindak pidana UU RI Nomor 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan jo Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

Ditemui seusai membuat aduan masyarakat, Sumiarta mengatakan, pengaduan ini merupakan tindak lanjut terkait pemotongan gaji yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan.

Baca juga: Jelang Pelaksanaan PTM 100 Persen, Kodim 1609/Buleleng Gelar Rapid Tes Acak di Sekolah

Dimana, sejak 2020 lalu, karyawan hanya menerima gaji sebesar Rp 200 ribu per minggu, atau Rp 800 ribu per bulan. 

Dengan pemotongan itu, jika dihitung-hitung karyawan sejatinya tidak mendapatkan gaji selama tujuh bulan.

Bahkan terbaru, karyawan juga mendapatkan informasi akan terjadi pemotongan gaji sebesar 75 persen.

"Saya sebagai saksi dari salah satu karyawan yang tidak menerima gaji selama tujuh bulan. Karyawan yang lain juga akan dimintai keterangan oleh penyidik. Tadi saya ditanya oleh penyidik, sudah berapa bulan tidak dapat gaji, status perusahaan bergerak di bidang apa. Sampai saat ini kami belum diundang untuk mengikuti audiensi dengan pihak manajemen perusahaan," jelasnya.

Sementara Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, aduan yang dilayangkan oleh sejumlah karyawan PT  Tirta Mumbul Jaya Abadi  itu akan dipelajari oleh penyidik.

Jika dalam penyelidikan nanti ditemukan adanya tindak pidana, maka penyidik selanjutnya akan mencari siapa yang seharusnya bertanggung jawab dalam perbuatan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved