Tips Kesehatan
Jangan Asal! Ini Risiko Cabut Bulu Kemaluan, Bisa Sebabkan Bisul
Apapun alasannya, mencabut rambut kemaluan ternyata memiliki beberapa risiko. Simak ulasannya berikut ini.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners suka cabut bulu kemaluan?
Awas, karena ada risiko yang mentintai.
Apapun alasannya, mencabut rambut kemaluan ternyata memiliki beberapa risiko, di antaranya:
1. Cedera
Dilansir Healthline, cedera ketika melakukan perawatan kemaluan sangat umum terjadi.
Sebuah studi tahun 2017 dilakukan berbasis data dari survei perwakilan nasional Amerika Serikat pada 2013.
Data tersebut melaporkan bahwa 25,6 persen orang mengalami cedera selama atau setelah pencabutan rambut kemaluan.
Dalam studi tersebut, luka dianggap sebagai cedera yang paling sering dilaporkan.
Di samping itu, sejumlah orang yang memangkas rambut kemaluan juga mengalami luka bakar dan ruam.
Dalam kasus yang sangat jarang, cedera ini bahkan membutuhkan perhatian medis.
Baca juga: Ini 5 Tips Ampuh yang Bisa Membuat Nafas Segar Sepanjang Hari, Termasuk Konsumsi Air Putih
Baca juga: Tips Membeli Daging Giling Agar Tidak Terkena Jebakan Betmen
2. Infeksi
Rambut kemaluan berfungsi sebagai pelindung dengan menjebak patogen yang bisa masuk ke tubuh.
Oleh karena itu, menghilangkan rambut kemaluan dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi umum, seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK), vaginitis dan infeksi jamur.
Pencabutan rambut kemaluan juga dapat mengiritasi kulit, yang pada akhirnya dapat menyebabkan infeksi kulit, seperti selulitis dan folikulitis.
Dalam kasus lain, cedera terkait perawatan rambut kemaluan juga bisa menyebabkan luka yang memicu infeksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-alat-vital_20170816_155537.jpg)