Tips Kesehatan
Jangan Asal! Ini Risiko Cabut Bulu Kemaluan, Bisa Sebabkan Bisul
Apapun alasannya, mencabut rambut kemaluan ternyata memiliki beberapa risiko. Simak ulasannya berikut ini.
3. Bisul
Dalam kasus yang jarang terjadi, pencabutan rambut kemaluan dapat menyebabkan timbulnya bisul di area intim.
Bisul bisa timbul akibat iritasi dan infeksi kulit, seperti selulitis dan folikulitis.
Umumnya, bisul dimulai dari munculnya benjolan merah tepat di bawah permukaan kulit, yang mungkin berisi nanah. Namun, bisul tidak sedalam abses.
4. Abses
Sama seperti bisul, abses cenderung berkembang dari iritasi yang disebabkan oleh metode penghilangan rambut tertentu, seperti mencukur atau waxing.
Abses adalah infeksi yang dalam, berada di bawah kulit, sertamenyebabkan nyeri, bengkak dan kemerahan.
Baca juga: Berikut Tips Mudah Hilangkan Aroma Jengkol yang Menyengat
Baca juga: 3 Tips Agar Rumah Sejuk Tanpa AC, Salah Satunya Matikan Barang Elektronik
5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Perawatan rambut kemaluan juga berkaitan dengan peningkatan risiko Infeksi Menular Seksual (IMS).
Dalam sebuah studi tahun 2017, orang-orang yang melaporkan merawat rambut kemaluan juga lebih mungkin melaporkan pernah mengalami IMS di beberapa momen dalam hidup mereka, dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.
Beberapa kasus IMS yang berkaitan dengan perawatan rambut kemaluan di antaranya klamidia, herpes, HIV, human papillomavirus (HPV), moluskum kontagiosum, dan sipilis.
Cara aman menghilangkan rambut kemaluan
Rambut kemaluan ada karena memiliki manfaat. Beberapa di antaranya adalah meminimalisasi gesekan selama berhubungan intim dan aktivitas lainnya dam melindungi area intim dari bakteri dan patogen lain.
Namun, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko cedera atau infeksi selama dan setelah merawat rambut kemaluan.
Bersihkan kulit sebelum memangkas rambut kemaluan untuk mencegah transmisi bakteri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-alat-vital_20170816_155537.jpg)