Breaking News:

Tips Kesehatan

Kenali Posisi Tidur yang Tepat untuk Mencegah Asam Lambung Naik

Penyakit asam lambung adalah gangguan yang terjadi akibat melemahnya cincin otot yang bertindak sebagai katup (sfingter) pada esofagus bawah

Editor: Karsiani Putri
Freepik.com via Grid.ID
Ilustrasi- Tidur 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Penyakit asam lambung adalah gangguan yang terjadi akibat melemahnya cincin otot yang bertindak sebagai katup (sfingter) pada esofagus bawah atau lower esophageal sphincter (LES).

Kondisi ini mengakibatkan makanan dan asam lambung yang seharusnya ada di dalam lambung, dapat naik kembali ke kerongkongan (refluks asam lambung).

Penyakit asam lambung yang sering kambuh dan dibiarkan dalam waktu lama, dapat berubah menjadi penyakit kronis yang disebut gastroesophageal reflux disease (GERD).

Baca juga: Akan Cair Pada Januari 2022, Ini Cara Mengecek Penerima Bansos PKH Rp3 Juta

Baca juga: Daftar Makanan yang Baik Dikonsumsi Jika Tertular Omicron, Salah Satunya Yogurt

Baca juga: Akan Cair Pada Januari 2022, Ini Cara Mengecek Penerima Bansos PKH Rp3 Juta

Mengapa gejala asam lambung bisa lebih buruk di malam hari?

Pada siang hari, di mana posisi tubuh lebih banyak tegak, gravitasi akan membantu mengembalikan asam lambung yang naik melewati LES kembali ke dalam perut lebih cepat.

Namun, lain halnya ketika tidur di malam hari.

Pada posisi berbaring, air liur menjadi lebih sedikit dan proses menelan juga melambat sehingga membuat kembalinya refluks ke perut menjadi lebih sulit.

Anatomi dan gravitasi memainkan peran penting dalam frekuensi, panjang, dan keparahan gejala refluks.

Oleh karena itu, dengan mempelajari posisi tidur yang baik bagi penderita asam lambung naik, refluks asam lambung dapat dicegah, khususnya yang terjadi di malam hari.

Posisi tidur yang baik bagi penderita asam lambung dan GERD

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved