Berita Politik

Mahayastra Dilirik Jadi Calon di Pilgub DKI, Kader PDIP Bali Tak Rela, Minta Teruskan Bangun Gianyar

hal tersebut merupakan bukti dari penilaian dan pengakuan publik kepada kinerja Mahayastra di pemerintahan.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat ditemui awak media 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Masuknya nama kader PDIP yang saat ini duduk sebagai Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra dalam bursa Cagub DKI Jakarta dari PDIP ditanggapi oleh kader PDIP Bali.

Salah seorang kader yang juga duduk sebagai Anggota DPRD Bali, Made Rai Warsa memberikan apresiasi terkait munculnya nama Ketua DPC PDIP Gianyar itu.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti dari penilaian dan pengakuan publik kepada kinerja Mahayastra di pemerintahan.

"Kalau sampai muncul penilaian seperti itu, saya punya bupati berarti dia bekerja bagus. Saya apresiasi itu, sampai muncul di publik berarti kinerjanya diakui dan dia punya kemampuan," jelas Rai Warsa, Kamis 13 Januari 2022.

Baca juga: Dewan Tut Sana Sebut Belum Ada Sosok Pengganti Agus Mahayastra, Harapkan Bisa 2 periode

Namun begitu, sebagai salah satu warga Gianyar, ia mengaku belum setuju jika Mahayastra dicalonkan sebagai Cagub DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang saat ini masih menjabat.

Pasalnya, pihaknya masih berharap agar Mahayastra berfokus dalam membangun Kabupaten Gianyar.

Apalagi, Mahayastra baru saja memulai periode pertamanya sebagai Bupati di daerah berjuluk Gumi Seni itu.

Sebab, baginya pembangunan dilakukan harus estafet dan tidak akan maksimal jika dilakukan dalam satu periode.

"Saya sebagai warga Gianyar tidak setuju  kalau Bupati Mahayastra keluar Gianyar. Lanjutkan dulu pembangunan yang ada, karena pembangunan itu perlu adanya estafet. Butuh dikerjakan satu tahun, dua tahun, sampai tiga tahun. Kita sudah tahu kepemimpinan pasti berubah-ubah, kalau berseberangan bisa jadi (program,red) itu dihapus," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rai Warsa menambahkan dukungan masyarakat terhadap pemimpinnya tidak ada yang mencapai 100 persen.

Hal itu pun dianggapnya mustahil terjadi, lantaran setiap masyarakat tentu adanya yang pro dan kontra terhadap apa yang pemimpinnya lakukan.

Begitu juga dengan nama Bupati Gianyar yang masuk dalam Bacalon tersebut, tidak terlepas dari pro dan kontra.

"Sekarang mana ada pemimpin yang didukung 100 persen oleh masyarakat. Tidak mungkin itu, pasti ada yang suka dan yang tidak suka. Terlepas suka dan tidak suka pemimpin juga harus bekerja sesuai alurnya," ujar DPRD Bali asal Payangan ini.

Sebelumnya, Bupati Gianyar, Made 'Agus' Mahayastra yang merupakan Ketua PDIP Gianyar, rupanya memiliki nama harum di kancah perpolitikan nasional.

Baca juga: Tanggapi Soal Pencalonan Cagub DKI, Agus Mahayastra Sebut Fokus Dua Periode di Gianyar

Bahkan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, secara terang-terangan menyebut Made Agus Mahayastra sebagai satu dari enam kader PDIP yang bisa dicalonkan sebagai Gubernur DKI menggantikan Anies Baswedan, yang akan berakhir masa jabatannya tahun 2022 ini.

Hasto menyandingkan Agus Mahayastra dengan kader PDIP lainnya yang merupakan tokoh politik nasional seperti Menteri Sosial RI Tri Rismaharini yang merupakan eks Wali Kota Surabaya.

"PDIP tidak pernah kekurangan calon pemimpin termasuk calon gubernur dan wakil gubernur DKI karena proses kaderisasi terus-menerus dilakukan partai," kata Hasto usai menghadiri kegiatan menyambut HUT ke-49 PDIP di Jakarta, Minggu 9 Januari 2022.

Selain Risma dan Mahayastra, Hasto menyatakan bahwa kader-kader PDIP yang berpotensi maju sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 antara lain Wali Kota Semarang saat ini Hendrar Prihadi, mantan Bupati Ngawi (Jawa Timur) Budi Sulistyono, dan mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Meski demikian, Hasto mengaku belum berbicara langsung dengan nama-nama tersebut mengenai proyeksi dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved