Breaking News:

Serba Serbi

Ngerupuk Sebagai Wujud Solidaritas Umat Hindu

Setiap tahun umat Hindu merayakan pergantian tahun Saka, atau yang dikenal dengan hari suci Nyepi.

(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Ilustrasi ogoh-ogoh - Ngerupuk Sebagai Wujud Solidaritas Umat Hindu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setiap tahun umat Hindu merayakan pergantian tahun Saka, atau yang dikenal dengan hari suci Nyepi.

Selain sebagai bentuk hari suci, untuk mengembalikan keseimbangan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri manusia).

Nyepi juga menjadi hari raya yang ditunggu kaula muda-mudi seantero Bali.

Pasalnya saat Nyepi, akan selalu diawali oleh ngerupuk.

Baca juga: 112 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi Hari Raya Nyepi

Pada hari ngerupuk ini, pemuda-pemudi akan mengarak ogoh-ogoh keliling desa.

Dengan suasana meriah, diiringi gamelan dan membawa obor.

Setelah selesai, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai wujud nyomia bhuta kala.

Agar tidak menggangu kehidupan manusia.

Sejatinya, rentetan sebelum Nyepi cukup banyak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved