Breaking News:

Berita Denpasar

Ditangkap Edarkan Sabu, Ekstasi dan Pil Koplo, Saiful Dituntut Delapan Tahun Penjara

Maksud hati ingin meraup untung besar dengan menjual narkoba, Saiful Bahri alias Ipung (29) yang tercatat pernah menjadi residivis

Penulis: Putu Candra | Editor: Karsiani Putri
Shutterstock
Ilustrasi sabu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maksud hati ingin meraup untung besar dengan menjual narkoba, Saiful Bahri alias Ipung (29) yang tercatat pernah menjadi residivis ini nekat kembali terjun sebagai pengedar.

Untung belum didapat justru ia keburu ditangkap oleh petugas kepolisian.

Kini atas perbuatannya itu, Saiful dituntut pidana penjara selama delapan tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Baca juga: Edarkan Sabu karena Terlilit Utang ke Bandar Narkoba, Buda Antara Dituntut Delapan Tahun Penjara

Baca juga: Bawa dan Simpan Sabu, Dek Colek Diamankan Tim Satreskoba Polres Karangasem

Baca juga: Berikut Ini Pembelian Saham Rp92 Miliar yang Buat Kaesang Dilaporkan ke KPK

"Terdakwa Saiful dituntut delapan tahun dan denda Rp 2 miliar subsider satu tahun penjara," terang Desi Purnani Adam selaku penasihat hukum terdakwa, Jumat, 14 Januari 2022.

Dikatakan Desi Purnani, oleh jaksa, terdakwa Saiful dikenakan dua pasal sekaligus.

Yakni Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik dan Pasal 197 Jo. Pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang No. 11 tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang-undang R.I Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Terhadap tuntutan jaksa, kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis," ucap pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini.

Sementara itu diungkap dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Saiful ditangkap bersama rekannya Eko Setiawan (berkas terpisah) di kos, Jalan Pura Demak, Buagan, Denpasar Barat, Kamis, 9 September 2021 sekira Pukul 15.00 Wita.

Terlibatnya kembali Saiful dalam peredaran narkoba ini bermula saat dirinya menghubungi Eko, bermaksud membeli sabu sebanyak sepuluh paket, puluhan butir ekstasi dan 32 buah botol pil warna putih berlogo Y yang diduga pil koplo

Sehari kemudian, Eko menyerahkan semua pesanan narkoba yang dibeli oleh Saiful.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved