Berita Bali
Seniman Ubud Dapat Pesanan Buat Topeng Gajah Mada, Untuk Diberikan kepada Prabowo Subianto
Mereka pun memesan topeng Gajah Mada, sebagai simbol kekuatan politik dan keberanian sang patih memimpin Nusantara pada zaman dahulu
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Topeng atau tapel adalah bagian seni budaya Bali, yang juga beberapa diantaranya menjadi benda sakral atau benda pusaka.
Khususnya jika topeng atau tapel itu, digunakan sebagai bagian dari patapakan atau palawatan ida bhatara-bhatari.
Untuk itu, sudah seharusnya seni membuat topeng atau tapel dilestarikan oleh generasi penerus Hindu di Bali.
Satu diantara generasi muda Bali, bernama Komang Mega asal Mas, Ubud, Gianyar, Bali, adalah seniman pembuat topeng andal.
Baca juga: Sukmawati Soekarnoputri Mahir Menari Topeng Keras Khas Bali, Terpengaruh Tokoh Tari dari Karangasaem
Ia mewarisi bakat sang ayah, yang memang telah tersohor sebagai seniman pembuat topeng yaitu mendiang I Wayan Muka. Awalnya Komang Mega adalah pekerja kantoran di sebuah kantor notaris.
Namun mendiang sang ayah, menyuruhnya pulang dan meneruskan warisan leluhur sebagai seniman pembuat topeng.
“Awalnya saya ragu, tetapi demi bakti kepada orang tua saya ikuti saja kemauan ayah saya,” ujarnya dalam program Bali Sekala-Niskala, Tribun Bali beberapa waktu lalu.
Tak dinyana, itu adalah pesan terakhir sang ayah sebelum berpulang menghadap ilahi.
Bahkan sang ayah sempat menyuruhnya untuk membersihkan galeri, karena pariwisata Bali akan segera dibuka.
Tak lama kemudian, Menteri Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno, datang ke galeri topeng tersebut. Galeri itu berukuran cukup luas, dan berisi ratusan koleksi I Wayan Muka dan Komang Mega.
Ada berbagai jenis topeng tertata rapi di atas meja dan di dalam lemari kaca.
Mulai dari topeng palawatan ida bhatara, seperti topeng ratu gede, rangda, dan barong. Kemudian topeng tua, topeng bebondresan, topeng epos Ramayana dan Mahabharata, topeng kreasi, hingga topeng Nuh dari Jepang.
“Sebelum pandemi kami biasanya mengekspor topeng Nuh ini ke Jepang. Kalau ke Amerika biasanya dipesan topeng seram buat pesta hallowen,” sebutnya sembari menunjukkan topengnya.
Uniknya, tak hanya turis asing yang gemar dengan karya buah tangan Komang Mega dan mendiang sang ayah. Banyak pejabat dan tokoh negara yang mengoleksi topeng karyanya. Seperti Megawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, bahkan presiden pertama Timor Leste juga memiliki karya topeng I Wayan Muka.
Baca juga: KISAH Mistis Topeng Kayu Wanita Meminta Topeng Sidakarya