KEGALAUAN GADIS BALI YANG MENCARI SENTANA
Keberhasilan program Keluarga Berencana menjadikan usaha sebuah keluarga maupun anak gadis Bali untuk mencari sentana sangat sulit.
Penulis: Bambang Wiyono | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkawinan sentana atau nyentana sedang ramai menjadi perbincangan.
Penyebabnya, seorang wanita di Gianyar, Bali terpaksa menikah tanpa suami karena si pria membatalkan dirinya untuk nyentana.
Kisah itu pun viral di media sosial.
Perkawinan nyentana, dalam hal ini pihak laki-laki yang meawak luh (berstatus wanita atau predana) dan perempuan yang meawak muani (berstatus sebagai laki-laki atau purusa).
Dimana perempuan meminang laki-laki, dan tempat pelaksanaan upacara perkawinan dilangsungkan di rumah mempelai perempuan.
Keturunan yang dihasilkan akan mengikuti garis waris dari keluarga perempuan.
Mempelai pria akan diangkat sebagai anak laki oleh keluarga mertua.
Mengenai perkawinan nyentana ini, seorang siswi SMAN 1 Selemadeg, Tabanan Bali, bernama Kadek Novinda Listyawati pada Kamis, 18 Maret 2021 mengunggah opininya berjudul "KEGALAUAN GADIS BALI YANG MENCARI SENTANA" ke web https://sman1selemadeg.sch.id/opini-siswa/kegalauan-gadis-bali-yang-mencari-sentana.
Begini opininya:
Dalam kehidupan manusia dikenal adanya hak–hak dasar yang disebut sebagai hak asasi manusia (human rights).
Ketentuan itu tercantum dalam pasal 9 UU RI No.39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia, yang intinya menyebutkan bahwa manusia berhak untuk hidup, mempertahankan kehidupannya, dan meningkatkan taraf kehidupannya.
Setiap orang berhak untuk hidup aman, tentram, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin. Setiap orang berhak atas lingkungan yang baik.
Pada pasal 10 UU tersebut juga menyebutkan bahwa manusia memiliki hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.
Untuk melanjutkan keturunan dilakukan melalui perkawinan yang sah, yang hanya dapat berlangsung atas kehendak para calon sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Di Indonesia yang terdiri atas suku bangsa memiliki budaya masing-masing. Bali merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia yang memiliki adat dan budaya sebagai warisan leluhur yang masih dipertahankan sampai saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadeknovinda-listyawati.jpg)