Berita Badung

Desa Adat Pecatu Badung Sepakat Tak Buat Ogoh-ogoh

Tidak dilaksanakan pembuatan dan pengarakan ogoh-ogoh itu pun disebut-sebut sudah sesuai dengan kesepakatan prajuru banjar dan perwakilan yowana

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta 

"Biasanya di kita ( Desa Adat Pecatu -red) yang ikut lomba ada 13 ogoh-ogoh.  Namun juga ada tambahan ogoh-ogoh dari kelompok-kelompok anak-anak yang membuat ogoh-ogoh. Jadi kurang lebih ada 20 ogoh-ogoh di Desa Adat pecatu saat penyepian," tegasnya.

Kendati tidak membuat ogoh-ogoh, namun untuk prosesi upacara seperti tawur kesanga tetap melibatkan sekaa teruna.

"Jadi dalam prosesi nyatur ini tetap kita laksanalan. Setelah itu megobog dengan melibatkan 5 orang pemuda untuk membawa obor. Jadi mereka akan berkeliling di desa," imbuhnya 

Ditanya kembali, dengan tidak membuat ogoh-ogoh apakah sekaa teruna tetap akan mengambil bantuan dana kreativitas dari pemkab Badung, Sunarta menyarankan untuk tidak mengambil dana tersebut jika sekaa teruna memang benar-benar tidak ada kegiatan.

"Kalau memang untuk ogoh-ogoh dan kini tidak membuat lebih baik jangan mengambil. Karena ini kan berbasis proposal juga," ucapnya sembari mengatakan saya sarankan tidak mengambil, namun tergantung sekaa terunanya jika membuat kreativitas lain silakan.

Apalagi di Pecatu khususnya di GWK ada yang membuat ogoh-ogoh mini. Termasuk juga nanti ada menggelar dharma wacana, pesantian kita malah arahkan. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved